Jakarta, bidiktangsel.com - Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri, menyoroti peristiwa di Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai cermin dari munculnya kembali praktik manipulasi hukum.
Dalam pidatonya, Megawati menyampaikan bahwa kejadian di MK harus membuat masyarakat lebih waspada terhadap potensi manipulasi dalam proses politik.
Megawati mengungkapkan pandangannya bahwa manipulasi hukum muncul sebagai hasil dari praktik kekuasaan yang mengesampingkan kebenaran hakiki.
Pernyataannya ini diungkapkan sebagai respons terhadap situasi politik menjelang Pemilu 2024.
Baca Juga: Kirab Santri Kota Tangerang Meriah, Puluhan Ribu Santri Ikut Hadir
"Kita semua harus terbangun oleh apa yang terjadi di Mahkamah Konstitusi. Manipulasi hukum kembali terjadi karena adanya praktik kekuasaan yang tidak menghargai kebenaran hakiki," ujar Megawati.
Presiden kelima Republik Indonesia itu menekankan pentingnya mencegah rekayasa hukum di Tanah Air.
Baginya, aturan seharusnya menjadi sarana untuk mencapai keadilan dan melindungi hak-hak seluruh rakyat Indonesia.
"Hukum harus menjadi alat yang membawa kebenaran, alat mewujudkan keadilan, dan alat mengayomi seluruh bangsa dan negara Indonesia. Kita tidak boleh lagi mengizinkan rekayasa hukum terjadi di negeri ini," tambah Megawati.
Baca Juga: Tropicana Slim Gelar Senam Sehat Bersama di Tangerang untuk Peringati World Diabetes Day
Selain itu, Megawati meminta semua pihak untuk tidak takut bersuara dan mengajak seluruh masyarakat untuk mengawal Pemilu 2024 agar berjalan dengan adil.
Dia menekankan peran penting hukum sebagai instrumen untuk menjamin proses demokrasi yang sehat dan transparan.
Dengan tegas, Megawati Soekarno Putri menyampaikan pesannya agar masyarakat Indonesia tetap waspada dan aktif dalam menjaga integritas hukum serta kelancaran proses demokrasi di negeri ini. (***)