Tangerang, bidiktangsel.com - Maraknya aksi bullying yang terjadi akhir-akhir ini di sejumlah wilayah membuat khawatir dan menyorot perhatian banyak pihak.
Mengantisipasi hal tersebut terjadi di Kota Tangerang, Dinas Pendidikan Kota Tangerang mengaku telah melakukan berbagai upaya preventif atau pencegahan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin mengatakan, upaya preventif yang dilakukan antara lain melalui sosialisasi dengan menggandeng pihak kepolisian, kejaksaan, perguruan tinggi, hingga praktisi psikologis.
Baca Juga: Usaha Kaligrafi Pangestu Tangerang Berjaya dengan Metode Unik
"Kami memberikan materi seperti faktor risiko yang paling berpengaruh pada anak, antara lain narkoba, rokok, bullying, kekerasan, putus sekolah, perkawinan usia anak, radikalisme, tawuran antar pelajar hingga pornografi," ungkap Jamal, Selasa (3/10).
Selain itu, Dinas Pendidikan juga memperkuat upaya pencegahan dengan menggencarkan sosialisasi dan deteksi perundungan dari satu sekolah ke sekolah lainnya bersama DP3AP2KB dan Puspaga Kota Tangerang.
Layanan konseling yang dilakukan secara khusus untuk mendeteksi langsung keamanan satu sekolah, dengan tenaga psikolog.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Gelontorkan Program untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM
"Dinas Pendidikan juga secara rutin menggelar kegiatan parenting. Mendudukkan orangtua dan siswa untuk sama-sama ikut kelas pembinaan dengan berbagai tema, untuk sama-sama guru, siswa dan juga orangtua saling mengenal karakter, pertumbuhan atau perubahan yang terjadi satu sama lain. Jangan sampai kecolongan," kata Jamal.
Pemkot Tangerang juga memperkuat penerapan Sekolah Ramah Anak. Dengan standar yang harus dipenuhi yaitu proses belajar, sarana dan prasarana sekolah yang ramah anak.
"Bahwa Sekolah Ramah Anak merupakan sekolah yang mampu memberikan pemenuhan hak dan perlindungan anak. Namun, implementasi Sekolah Ramah Anak tidak bisa berjalan sendiri. Perlu adanya peran partisipasi seluruh warga sekolah, lingkungan sekolah dan juga rumah. Ini yang terus diperkuat," katanya.
Baca Juga: Wakil Bupati Lebak Hadiri Penilaian Desa Anti Korupsi
Jamal pun mengimbau, dalam pencegahan juga diperlukan peran aktif orangtua siswa.
"Saya meminta kepada bapak dan ibu wali murid agar lebih aktif memantau perkembangan anak di rumah. Mulai dari awasi penggunaan media sosial hingga pergaulan di lingkungan sekitar rumah," tukasnya. (***)