Kota Serang, bidiktangsel.com – Gubernur Banten Andra Soni melakukan kunjungan ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten pada Senin (3/3/2025).
Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat sinergi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Kejati dalam memastikan pengawasan yang lebih optimal terhadap program pembangunan daerah.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Rp75,9 Miliar di Tangsel, Kejati Banten Periksa Sejumlah Saksi
Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni menegaskan pentingnya peran Kejati Banten dalam memberikan panduan hukum serta melakukan pengawasan terhadap berbagai program pembangunan yang sedang berjalan.
"Kejati Banten memiliki peran strategis dalam mengawal pembangunan di daerah. Dengan kewenangannya, Kejati bisa memberikan penerangan hukum dan pengawasan, sehingga proyek-proyek yang kami jalankan dapat berjalan dengan baik dan sesuai aturan," ujar Andra Soni.
Gubernur Banten itu juga mengungkapkan bahwa sinergitas dengan Kejati bukan hal baru baginya.
Baca Juga: BPBD Tangsel Lakukan Evakuasi Warga Terdampak Banjir, Ratusan Keluarga Mengungsi
Saat masih menjabat sebagai Ketua DPRD Banten, ia pernah menggagas kerja sama dengan Kejati untuk mendapatkan pendampingan hukum dalam berbagai kebijakan dan program legislasi.
"Hari ini, sinergi yang sama kita lanjutkan di tingkat eksekutif. Dengan adanya dukungan Kejati, Pemprov Banten bisa lebih optimal dalam menjalankan tugasnya untuk melayani masyarakat," tambahnya.
Kepala Kejati Banten, Siswanto, menyambut baik kunjungan Gubernur Andra Soni. Ia menegaskan bahwa Kejati siap mendukung program pembangunan di Banten dengan pendekatan kemitraan yang konstruktif.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Tetapkan Jam Kerja ASN Selama Ramadan 1446 H
"Dalam pengawasan, kami tidak bertindak sebagai atasan atau bawahan, tetapi sebagai mitra strategis untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan akuntabel," jelas Siswanto.
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, meningkatkan kepercayaan publik, serta mencegah potensi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran daerah.
Dengan sinergi yang semakin kuat antara Pemprov Banten dan Kejati, diharapkan pembangunan di Banten semakin merata, transparan, dan bebas dari praktik korupsi. (***)
Artikel Terkait
Pemerintah Siap Jalankan 21 Proyek Strategis Hilirisasi Senilai USD40 Miliar
Operasi Pasar Gerakan Pangan Murah di Balaraja, Bupati Tangerang Pastikan Harga Sembako Terjangkau
Workshop Pemanfaatan TIK untuk Guru SD di Tangerang, Wabup: Teknologi Harus Dukung Interaksi dengan Siswa
UMKM Jadi Penggerak Ekonomi Lokal di Gema Ramadan 1446 H Kabupaten Tangerang
Bupati Tangerang Siap Sukseskan Program Prioritas Asta Cita Presiden Prabowo