TPA Rawa Kucing Kota Tangerang, Solusi Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Industri

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Senin, 9 Desember 2024 | 16:15 WIB
Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing.
Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing.

Kota Tangerang, bidiktangsel.com – Pemerintah Kota Tangerang resmi mengoperasikan fasilitas Refused Derived Fuel (RDF) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Senin (9/12).

Fasilitas ini menjadi langkah konkret dalam mengelola sampah secara lebih efektif, berkelanjutan, dan bernilai ekonomis.

Teknologi RDF memungkinkan pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif melalui proses homogenisasi.

Baca Juga: Mesin RDF Resmi Beroperasi di TPA Rawa Kucing Kota Tangerang

Hasilnya berupa briket yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk berbagai keperluan industri.

Upaya ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga menciptakan potensi ekonomi baru.

Inovasi Transformasi Pengelolaan Sampah
Penjabat Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, S.Sos, M.Si, menegaskan bahwa fasilitas RDF merupakan bagian dari strategi modernisasi pengelolaan sampah di Kota Tangerang.

"Transformasi ini bertujuan untuk memanfaatkan sampah sebagai sumber daya bernilai ekonomi. RDF adalah salah satu solusi strategis dalam pengelolaan hilir, sambil menunggu pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah selesai," ujar Nurdin saat peluncuran fasilitas RDF dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Solusi Bangun Indonesia.

Baca Juga: Pemkab Tangerang Dinilai Abaikan Implementasi Keppres 18 Tahun 2022, KADIN Soroti Minimnya Sinergi

Fasilitas RDF di TPA Rawa Kucing memiliki dua lini produksi dengan kapasitas pengolahan 48 hingga 62 ton sampah per hari, menghasilkan 7,2 hingga 9,6 ton RDF setiap harinya.

Briket yang dihasilkan akan dipasarkan, salah satunya kepada PT Solusi Bangun Indonesia sebagai mitra kerja sama.

Dengan semakin terbatasnya kapasitas TPA Rawa Kucing, keberadaan fasilitas RDF diharapkan dapat mengurangi beban tempat pemrosesan tersebut.

Baca Juga: KBPA Gelar Bakti Sosial di Sekolah Alam Bantar Gebang, Salurkan 500 Kg Beras dan Perlengkapan Pendidikan

“Kami ingin memastikan sampah yang masuk ke TPA adalah residu yang sudah diolah di TPS Terpadu wilayah setempat. Teknologi RDF ini juga akan terus dikembangkan di berbagai wilayah lain,” tambah Nurdin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X