Banten Optimalkan Irigasi Perpompaan dan Pompanisasi Hadapi Kemarau

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 3 Juli 2024 | 18:55 WIB
Distan bergerak cepat dengan mengoptimalkan program irigasi perpompaan.
Distan bergerak cepat dengan mengoptimalkan program irigasi perpompaan.

Kota Serang, bidiktangsel.com – Musim kemarau di Provinsi Banten tak lagi menjadi momok bagi para petani. Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pertanian (Distan) bergerak cepat dengan mengoptimalkan program irigasi perpompaan (Irpom) dan pompanisasi.

Langkah strategis ini diyakini mampu menyelamatkan musim panen dan meningkatkan indeks pertanaman (IP) di tengah musim kering.

Tahun 2024 ini, 338 unit Irpom didistribusikan ke Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Rinciannya, Kabupaten Lebak menerima 155 unit, Kabupaten Pandeglang 85 unit, Kabupaten Serang 55 unit, Kabupaten Tangerang 28 unit, dan Kota Serang 15 unit.

Baca Juga: Peningkatan Infrastruktur Kota Tangerang Selatan: Dinas SDABMBK Tangsel Resmikan Berbagai Proyek Penting

Masing-masing unit Irpom ditargetkan mampu mengaliri 20 hektar sawah, sehingga total area yang terairi mencapai 6.760 hektar untuk satu kali masa tanam.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M Tauchid, menjelaskan bahwa Irpom ini dikhususkan untuk sawah tadah hujan yang umumnya hanya panen sekali dalam setahun.

Dengan Irpom, diharapkan panen bisa dilakukan hingga 3 kali setahun, meningkatkan IP dan Luas Tambah Tanam (LTT).

"Program Irpom dan pompanisasi ini mampu meningkatkan LTT hingga 13.520 hektar untuk dua kali masa tanam. Diperkirakan 1.123 unit pompanisasi yang didistribusikan juga dapat membantu 11.230 hektar lahan pertanian." ungkap Agus.

Baca Juga: Inflasi Provinsi Banten Terkendali Dibawah Rata-Rata Nasional

Agus meyakini bahwa kombinasi Irpom, pompanisasi, dan irigasi teknis yang telah ada menjadi kekuatan besar dalam menghadapi musim kemarau.

"Ini menjadi benteng untuk melindungi tanaman dan memastikan ketahanan pangan di Banten," tegasnya.

Manfaat program ini langsung dirasakan oleh para petani. Rudi Rohim, Ketua Kelompok Tani Jaya Laksana di Desa Gerudug, mengungkapkan bahwa Irpom sangat membantu, terutama untuk masa tanam kedua yang biasanya rawan gagal panen karena kekurangan air.

"Petani jadi lebih semangat karena tidak ada kekhawatiran kekurangan air," ujarnya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Sumber: Pemprov Banten

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X