Serang, bidiktangsel.com - Menindaklanjuti laporan warga tentang satu keluarga di Kelurahan Terumbu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang yang terkena kusta, Pj Walikota Serang Yedi Rahmat beserta jajarannya langsung turun ke lokasi pada hari ini. Kunjungan ini didampingi oleh dr. Regina T. Sidjabat, Ketua Timker NTD Kemenkes RI, dr. A. Hasanuddin (Kepala Dinkes Kota Serang), dr. Awang (Plh Dinsos Kota Serang), Camat Kasemen, dan Lurah Kilasah.
Dalam kunjungannya, Pj Walikota Yedi memberikan obat kepada keluarga yang terkena kusta dan kepada masyarakat sekitar. Obat merah tersebut berfungsi untuk pencegahan bagi keluarga atau masyarakat yang telah berinteraksi langsung dengan pasien yang positif kusta.
Baca Juga: Satu Keluarga di Serang Diduga Terkena Kusta, Dinkes Lakukan Penanganan Cepat
Selain itu, dilakukan skrining terhadap 20 orang yang telah berinteraksi dengan pasien kusta. "Alhamdulillah sudah melakukan skrining 20 orang. Semuanya itu yang telah berinteraksi dan pokoknya semua yang berinteraksi akan di skrining," ujar Pj Walikota Yedi.
Pj Walikota Yedi menghimbau kepada seluruh masyarakat di sekitar Kelurahan Terumbu untuk tidak takut berlebihan terhadap penyakit kusta. "Kusta ini menular dan masa inkubasi nya 2-5 tahun. Jadi ngga usah takut dan berlebihan," pesannya.
Ia juga memberikan instruksi kepada OPD terkait untuk melakukan pengawasan dan memastikan pasien kusta mendapatkan obat secara teratur.
Dr. Regina T. Sidjabat, Ketua Tim NTD Kemenkes RI, menjelaskan koordinasi antara pusat dan daerah dalam menangani kasus ini. "Terima kasih pak Walikota Serang, pagi hari ini kami sudah koordinasi di Kantor Walikota Serang juga dan Kami langsung turun untuk membawa obat terhadap adik-adik di sini," ungkapnya.
Baca Juga: Kemenkes Kunjungi Serang, Pantau Penanganan Kasus Kusta
Ia menegaskan bahwa kusta memang menular, namun tidak mudah menular dan tidak perlu ditakuti karena bisa dicegah dan disembuhkan. "Kita juga melakukan screening terhadap keluarga yang tinggal satu rumah dan yang tidak kusta itu diberikan obat pencegahan," tegasnya.
Dr. Regina menjelaskan jenis kusta yang ada dan lama pengobatannya. "Kusta itu ada dua tipe kusta basah atau kita kenal dengan multi basiler bisa disembuhkan dalam 12 bulan, sedangkan yang adik-adik tadi kebetulan pulsi basiler atau kusta kering itu bisa diobati dengan obat-obat dari kami dari Kementerian Kesehatan selama 6 bulan," jelasnya.
Ia juga memberikan pesan kepada semua pihak untuk mengobati orang-orang yang terdiagnosis kusta, memberikan obat pencegahan kepada orang serumah atau tetangga, dan tidak menjauhi penderita kusta.
Baca Juga: Kemenkes: Pencarian dan Pengobatan Kusta Harus Dioptimalkan
"Harapan kami juga jangan dijauhi karena penyakit kusta itu penyakit biasa bisa disembuhkan dan bisa diobati, jadi mohon warga di sini juga tidak perlu terlalu takut tidak perlu panik, karena ini penyakit yang tidak mudah menular tapi memang menular tapi bisa dilakukan pencegahannya", pungkasnya.
Kusta disebabkan oleh kuman micobacterium leprei dan basiler tahan asam. Tim NTD Kemenkes RI membawa obat yang didapat dari WHO. (***)
Artikel Terkait
GOR Nambo Jaya: Kebanggaan Kota Tangerang dalam Memicu Semangat Juara Atlet Muda
Kota Tangerang Promosikan Produk UMKM di ICE 2024
UMKM Kota Tangerang Raih Kesuksesan di ICE 2024, Siap Naik Kelas ke Pasar Nasional dan Global
Pj Wali Kota Tangerang Tetap Tekad Tingkatkan Kualitas RSUD
Pj Wali Kota Serang Berikan Obat dan Lakukan Skrining Kusta di Kampung Peranan