Tangerang, bidiktangsel.com - Diskusi Tangerang Raya (DTR) episode kedua yang membahas tema "Smart City dan Transformasi Digital" menyimpulkan bahwa Tangerang Raya masih tertinggal dalam transformasi digital.
Memed Chumaidi, Akademisi dan pengamat Kebijakan Publik, mengatakan bahwa Kota Tangerang menjadi leading dalam transformasi digital di Tangerang Raya.
Hal ini dibuktikan dengan aplikasi "Tangerang Live" yang diduplikasi oleh 38 kota/kabupaten.
"Inovasi soal mutasi jabatan atau merit sistem yang ditransformasikan ke digital kan ini bentuk transparansi akuntabilitas secara fair. Ini lompatan besar. 38 Kota Kabupaten juga sudah duplikasi aplikasi punya Kota Tangerang," kata Memed.
Baca Juga: Pilar Didapuk Jadi Pembicara ICCN di Banjarmasin, Perkuat Sinergitas Pengembangan Ekraf
Namun, Memed juga menambahkan bahwa transformasi digital menjadi kewajiban bagi pemda Tangerang Raya sebagai jembatan untuk mendukung kebijakan yang efisien.
Maka dari itu penting untuk pemda membuka ruang sosialisasi secara masif.
"Jadi, pemerintah punya kewenangan tetapi jangan juga merasa ful punya pengetahuan. Masyarakat harus diajak sinergi dengan membuka ruang sosialisasi agar tahu kebutuhannya. Sinergitas dengan calon user itu penting," bebernya.
Sementara itu, Subandi Musbah, analis Kebijakan Publik, mengatakan bahwa smart city di Tangerang Raya masih banyak kekurangan.
Menurutnya, ada yang salah dengan paradigma soal smart city.
Baca Juga: Camat Legok Terjun Langsung Padamkan Kebakaran Lahan Kosong
"Smart city itu semuanya harus smart. Dengan begitu, kehadirannya bisa efektif menjadi problem solver kebijakan di Tangerang Raya. Karna, kadang yang saya lihat, belum tentu masyarakatnya butuh soal Aplikasi, tetapi didorong semacam seperti perlombaan, pemda seperti lomba balap," katanya.
Pria yang juga sebagai Direktur Visi Nusantara (Vinus) juga sepakat, Transformasi Digital harus punya fungsi sebagai political will asas keterbukaan.
"Birokrat musti smart. Mulai sinkronisasi data, partisipasi warga masih rendah seperti di Kabupaten Tangerang, akuntabilitas soal data yang mudah diakses masyarakat, ini PR (pekerjaan rumah) yang harus diselesaikan segera," tuturnya.
Artikel Terkait
RDTR Cibitung-Cikesik Diharapkan Mempermudah Investasi di Pandeglang
Kabupaten Lebak Siap Jadi Destinasi Investasi Industri Hijau dan Pariwisata
Sekolah di Tangerang Selatan Ini Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional
Pemkab Tangerang Gelar Rakor P2WKSS Desa Kemuning, Siap Hadapi Penilaian Provinsi
Pj Bupati Tangerang Minta Stakeholder Optimalkan Koordinasi dan Peran dalam Upaya Penurunan Stunting