"Semua agenda ini diarahkan untuk membentuk atlet yang mampu berprestasi dan menjadi kekuatan Tangerang Selatan dalam berbagai kejuaraan," jelasnya.
Saat ini, Akuatik Indonesia Kota Tangerang Selatan membina 21 atlet yang secara rutin menjalani latihan sebagai persiapan menghadapi berbagai kejuaraan.
Seleksi Bibit Atlet Dilakukan Berkala
Masruri menegaskan proses pembinaan atlet usia dini tidak berhenti pada kejuaraan ini saja.
Pihaknya akan menggelar seleksi secara berkala untuk menjaring bibit-bibit baru yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten berikutnya.
"Kami akan melakukan seleksi rutin untuk mencari bibit-bibit atlet muda sebagai regenerasi. Pembinaan harus berjalan terus agar prestasi tidak terputus," ujarnya.
Saat ini tercatat terdapat sekitar 17 klub renang yang telah memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Akuatik Indonesia Kota Tangerang Selatan.
Fasilitas Masih Menjadi Tantangan
Di balik meningkatnya potensi atlet renang, Masruri mengakui persoalan fasilitas latihan masih menjadi tantangan terbesar.
Menurutnya, sebagian besar latihan atlet masih memanfaatkan kolam renang milik swasta karena belum tersedia fasilitas olahraga renang yang dibangun pemerintah secara khusus.
"Tantangan terbesar kami saat ini adalah fasilitas. Potensi atlet di Tangerang Selatan sangat besar, tetapi sarana latihan yang dimiliki pemerintah masih sangat terbatas," ungkapnya.
Meski demikian, ia optimistis dukungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan terhadap pengembangan olahraga akan semakin meningkat seiring bertambahnya prestasi atlet daerah.