Baca Juga: Pj Gubernur Banten A Damenta Dorong Bank Banten Tingkatkan Pelayanan untuk Pertumbuhan Ekonomi
Dalam keterangannya, Erick menyebutkan bahwa pengacara dari kedua belah pihak telah memulai proses negosiasi untuk menyelesaikan pembayaran kompensasi.
"Kami ingin menyelesaikan ini dengan baik, sesuai kesepakatan kontrak yang ada. Tidak ada ruang untuk kesalahpahaman," tambah Erick.
PSSI berharap penyelesaian ini dapat berlangsung lancar tanpa ada konflik berkepanjangan.
Baca Juga: BPBD Tangsel Pastikan Wilayah Aman dari Bencana, Warga Diminta Tetap Waspada
Di sisi lain, federasi juga berkomitmen untuk memberikan hukuman tegas kepada klub yang gagal memenuhi kewajiban terhadap pemain maupun pelatihnya.
Shin Tae Yong mulai melatih Timnas Indonesia sejak 2020 dan berhasil membawa perubahan signifikan.
Di bawah arahannya, Timnas Indonesia meraih prestasi di berbagai kompetisi seperti Piala AFF, Kualifikasi Piala Asia, hingga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Pelantikan Pejabat Baru Kemendikdasmen, Abdul Mu'ti: Amanah Ini untuk Kemajuan Pendidikan Nasional
Namun, keputusan pemutusan kontrak ini diambil setelah evaluasi menyeluruh oleh PSSI.
Meskipun begitu, kontribusi Shin Tae Yong dalam meningkatkan performa Timnas Indonesia tetap mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak.
Pemecatan Shin Tae Yong membawa konsekuensi besar bagi PSSI, terutama dalam hal finansial.
Namun, langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi baru federasi untuk membangun sepak bola nasional yang lebih kompetitif.
Dengan kompensasi sebesar Rp88 miliar, PSSI menunjukkan komitmennya dalam menjaga profesionalisme dan kredibilitas di dunia sepak bola.
Bagaimanapun, keputusan ini akan menjadi salah satu bab penting dalam perjalanan Timnas Indonesia di masa mendatang. (***)