Meski Tuai Kritik PSSI Berencana Lanjutkan Program Naturalisasi, Bidik 5 Pemain untuk Timnas Indonesia jelang Piala Asia 2027

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 13 Mei 2026 | 21:27 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, telah memasukkan lima pemain keturunan menuju Piala Asia AFC 2027.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, telah memasukkan lima pemain keturunan menuju Piala Asia AFC 2027.

Baca Juga: Literasi Keuangan UMKM Sepatan Timur, Pemisahan Aset Pribadi Dan Usaha Jadi Fokus

Tetapi, Syaiful menilai PSSI terlalu nyaman menjadikan naturalisasi sebagai panggung utama pembangunan sepak bola nasional modern.

Ia bahkan menyebut federasi sedang membangun “destinasi mimpi” bernama Piala Dunia demi menjaga harapan publik tetap menyala.

“Kenapa saya sebut mimpi? Karena Timnas hanya dimaksimalkan dari skuad naturalisasi,” katanya.

Sindiran itu terasa keras, tetapi sulit dibantah melihat arah pembangunan sepak bola Indonesia beberapa tahun terakhir.

Indonesia sibuk berburu darah keturunan Eropa, sementara kompetisi usia muda domestik masih berjalan terseok-seok tanpa kepastian arah pembangunan jelas.

Baca Juga: SPPG Sukabumi Disebut Ogah Rehab dan Hanya Ditambal Sulam Buntut Kasus Viral Temuan Ulat di Ompreng MBG

Negara seperti Jepang justru membangun kekuatan sepak bolanya dari sekolah, universitas, hingga kompetisi usia dini berjenjang nasional.

J.League menjalankan proyek pembangunan seratus tahun dengan target besar menjadi juara dunia pada 2050 mendatang.

Mereka tidak sibuk menjual mimpi melalui media sosial setiap pekan, tetapi membangun sistem kompetisi yang konsisten puluhan tahun lamanya.

Turnamen sekolah seperti Winter Kokuritsu bahkan menjadi budaya nasional sejak 1917 dan melahirkan banyak pemain berkualitas dunia.

Pada Piala Dunia FIFA 2022, Jepang menurunkan kombinasi pemain jebolan sekolah dan akademi klub profesional secara seimbang.

Baca Juga: Kemnaker Gandeng IKA FIKOM UNPAD Perkuat Komunikasi Publik Berbasis Data

Syaiful menilai Indonesia seharusnya meniru fondasi Jepang, bukan sekadar mengejar sensasi naturalisasi demi ranking FIFA sesaat.

“Tapi apakah itu jaminan ke Piala Dunia? Kan tidak. Itu hanya membuka probabilitas ranking FIFA naik,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X