Baca Juga: Literasi Keuangan UMKM Sepatan Timur, Pemisahan Aset Pribadi Dan Usaha Jadi Fokus
Tetapi, Syaiful menilai PSSI terlalu nyaman menjadikan naturalisasi sebagai panggung utama pembangunan sepak bola nasional modern.
Ia bahkan menyebut federasi sedang membangun “destinasi mimpi” bernama Piala Dunia demi menjaga harapan publik tetap menyala.
“Kenapa saya sebut mimpi? Karena Timnas hanya dimaksimalkan dari skuad naturalisasi,” katanya.
Sindiran itu terasa keras, tetapi sulit dibantah melihat arah pembangunan sepak bola Indonesia beberapa tahun terakhir.
Indonesia sibuk berburu darah keturunan Eropa, sementara kompetisi usia muda domestik masih berjalan terseok-seok tanpa kepastian arah pembangunan jelas.
Negara seperti Jepang justru membangun kekuatan sepak bolanya dari sekolah, universitas, hingga kompetisi usia dini berjenjang nasional.
J.League menjalankan proyek pembangunan seratus tahun dengan target besar menjadi juara dunia pada 2050 mendatang.
Mereka tidak sibuk menjual mimpi melalui media sosial setiap pekan, tetapi membangun sistem kompetisi yang konsisten puluhan tahun lamanya.
Turnamen sekolah seperti Winter Kokuritsu bahkan menjadi budaya nasional sejak 1917 dan melahirkan banyak pemain berkualitas dunia.
Pada Piala Dunia FIFA 2022, Jepang menurunkan kombinasi pemain jebolan sekolah dan akademi klub profesional secara seimbang.
Baca Juga: Kemnaker Gandeng IKA FIKOM UNPAD Perkuat Komunikasi Publik Berbasis Data
Syaiful menilai Indonesia seharusnya meniru fondasi Jepang, bukan sekadar mengejar sensasi naturalisasi demi ranking FIFA sesaat.
“Tapi apakah itu jaminan ke Piala Dunia? Kan tidak. Itu hanya membuka probabilitas ranking FIFA naik,” tegasnya.
Artikel Terkait
Dokter Spesialis Anak Ikut Buka Suara, Viral Balita Diajak Konser di Venue Penuh Air
Viral Respons Juri dan MC di LCC 4 Pilar Kalbar Tuai Sorotan, Warganet Penuhi Komentar Akun Resmi MPR
Sang Pewaris Cahaya Banten, Artefak Kejayaan, Perekonomian, dan Kemaritiman Dunia
Hadang dan Tendang Mobil Ambulans Sampai Penyok, Bang Jago Depok yang Viral Kini Tak Berkutik Usai Dibekuk Polisi
Dari Telemarketing hingga Penagihan, Polisi Ungkap Peran Ratusan WNA Sindikat Judol Internasional yang Ditangkap di Jakbar