Hari Penghargaan Insan Olahraga Berprestasi, Atlet Karate Rafif Ungkap Pengalaman Latihan dan Tantangan di POPDA

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 9 Oktober 2024 | 20:56 WIB
Salah satu atlet yang menerima penghargaan adalah Rafif, seorang atlet Karate berusia 14 tahun.
Salah satu atlet yang menerima penghargaan adalah Rafif, seorang atlet Karate berusia 14 tahun.

Setu, bidiktangsel.com  - Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggelar acara Hari Penghargaan Insan Olahraga Berprestasi di Gedung Puspitek, Rabu (9/10/2024). 

Acara ini merupakan bentuk apresiasi kepada para atlet yang telah mengharumkan nama daerah di berbagai kompetisi olahraga tingkat regional, nasional, maupun internasional.

Baca Juga: Pemkot Tangerang Selatan Percepat Perbaikan Akses Jalan Reni Jaya - Witana Harja

Salah satu atlet yang menerima penghargaan adalah Rafif, seorang atlet Karate berusia 14 tahun yang berprestasi di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2024.

Dalam wawancara singkatnya, Rafif, yang masih duduk di bangku kelas 9 SMP Negeri 8 Tangerang Selatan, berbagi pengalamannya mengenai persiapan dan latihan menuju POPDA. 

Ia menyebut bahwa persiapan intensif dimulai satu bulan sebelum kompetisi, dengan jadwal latihan yang ketat, yaitu dua kali sehari, pagi dan sore. 

Baca Juga: Perebutan Kursi Bupati Tangerang: Pertarungan Antara Kubu Perubahan dan Status Quo

Meski harus menyeimbangkan antara sekolah dan latihan, Rafif menekankan pentingnya menjaga performa akademik sembari berfokus pada persiapan fisik.

"Latihan untuk POPDA lebih keras, sehari dua kali, setiap hari," ungkap Rafif. Ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar selama latihan adalah intensitas fisik yang semakin berat.

"Latihan fisiknya lebih banyak, lebih berat, tapi itu yang membuat kita semakin siap."

Rafif juga bercerita tentang pengalamannya menghadapi lawan-lawan terberat selama pertandingan. 

Baca Juga: Kasus Pelecehan di Panti Asuhan Tangerang: Mensos dan KPAI Bergerak Cepat Lindungi Anak-Anak

"Lawan terberat saya dari Kota Tangerang. Waktu itu saya bertanding dua kali, langsung masuk semifinal dan final. Di final saya bertemu atlet dari Kabupaten Tangerang. Mereka fisiknya kuat dan strateginya bagus," tambahnya.

Meski begitu, Rafif tetap merasa puas dengan hasil yang diraihnya. Ia berhasil menjadi juara pertama di nomor lightning komite 50 kg.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X