Sementara Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Nurizki Permanajati mengungkapkan kegiatan itu dilaksanakan salah satunya dalam rangka menggiatkan program KB pasca persalinan.
“Terkait dengan stunting, BKKBN fokusnya di area pencegahan. Pencegahan stunting dari hulu dimana intervensinya diberikan mulai dari remaja, mengawal calon pengantin, pendampingan terhadap ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, ibu nifas, sampai dengan anak umur 59 bulan,” paparnya.
“Program lainnya dalam pelayanan alat kontrasepsi adalah bagaimana menjaga jarak antara anak pertama, kedua, dan selanjutnya. Karena dengan jarak yang ideal maka pemberian pola asuh terhadap anak bisa maksimal. Pola pengasuhan diberikan sejak terjadi proses pembuahan,” tambah Nurizki.
Dikatakan ada empat 4 faktor “terlalu” yang determinan terhadap stunting.
Terlalu muda bersalin, terlalu tua bersalin, terlalu dekat bersalin, dan terlalu banyak anaknya bisa manjadi faktor risiko stunting. (***)