Menurut Kepala BNPB, Doni Monardo, berdasarkan data dari panitia Rakornas, pada acara ramah tamah dalam rangka HUT BNPB ke 12, di Graha BNPB, Rabu (05/02), sebanyak kurang lebih 5.500 orang relawan hadir pada acara Rakornas tersebut.
Para relawan tersebut berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, baik dari Satuan Relawan Bencana (SRB) Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Jabodetabek, dan daerah lainnya. Relawan tersebut juga berasal dari berbagai lembaga yang selama ini aktif dalam setiap respon ketika terjadi bencana.
Sementara itu menurut salah satu tim relawan, Maya Sandra yang mengurusi pendataan relawan dibawah Squad Penanggulangan Bencana Indonesia (Squad PBI), sebanyak 544 orang relawan dari 66 lembaga yang berada dibawah koordinasi Squadj PBI, terutama yang berada di Jabodetabek, ikutj berpartisipasi dan hadir dalam Rakornas PB 2020 tersebut.
Bahwa bentuk dan partisipasi Squad Penanggulangan Bencana Indonesia dalam mendukung kegiatan penaggulanan bencana dibawah BNPB sudah banyak terlibat, baik dalam respon tanggap darurat seperti di Lombok, Palu, Bogor, Banten, dan daerah lainnya, serta dalam berbagai kegiatan lain diluar respon tanggap darurat, jelas wanita yang keseharianya berprofesi sebagai dokter.
Disamping itu, lanjut Maya, Squad Penanggulangan Bencana Indonesia, dibentuk pada tanggal 28 April 2017, memiliki tujuan ; sebagai wadah bagi lembaga, komunitas, organisasi dan relawan kemanusiaan. Sebagai sarana bertukar informasi terkait hal yang berhubungan dengan misi dan visi lembaga.
Mengadakan pelatihan-pelatihan atau mitigasi kebencanaan, menerjukan personil pada pra – fase dan pasca bencana terjadi. Memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai enatisipasi darurat. Sebagai media komunikasi antar lembaga, organisasi dan pelaku industry, serta menjembatani para relawan untuk bersinergi, beraktivitas dan bermanfaat.