nasional

Meningkatkan Nilai Jual Produk Perikanan Melalui Startup Perikanan

Selasa, 31 Mei 2022 | 21:47 WIB

4. Banoo

Banoo adalah startup teknologi perikanan berbasis IoT yang didirikan pada tahun 2018 oleh mahasiswa dan alumni UGM. Banoo sendiri dibuat karena adanya keprihatinan terhadap kondisi budidaya perikanan yang ada di Indonesia. Dalam peluncurannya, Banoo memiliki tiga tujuan utama, yaitu meningkatkan kualitas produk perikanan, memperbaiki kualitas lingkungan perairan, serta mencapai ketahanan pangan baik dalam skala daerah maupun nasional.

Banoo hadir memberikan solusi bagus yang mana dapat membantu meningkatkan jumlah oksigen terlarut dalam air, sehingga akan lebih cepat proses pertumbuhan dan panen ikan. Jumlah oksigen yang terlarut dalam air dapat ditingkatkan dengan adanya   teknologi microbubble tersebut. Sehingga pertumbuhan ikan dapat dipercepat jika jumlah oksigen yang terlarut meningkat dalam air. Keuntungan lainnya yaitu lamanya masa panen yang dapat dipersingkat dan peningkatan hasil panen ikan.

Energi terbarukan dari panel surya merupakan sumber energi yang digunakan oleh Banoo. Sehingga para peternak ikan yang ada di seluruh Indonesia terutama di pedesaan yang tidak mempunyai akses listrik bisa menggunakan alat tersebut.

5. Fishlog

Alumni IPB Bayu M Anggara merintis perusahaan teknologi informasi “FishLog” yang merupakan program transformasi digital logistik dan pengolahan yang terintegrasi bagi petambak ikan dan nelayan. Fishlog hadir sebagai marketplace B2B yang menawarkan jaringan cold chain perikanan melalui komunitas dan engagement di seluruh Indonesia.

“Kita masuk ke ekosistem perikanan, tapi narasi dari kita lebih kepada infrastruktur, konektivitas antar stakeholders. Karena ikan masuk dalam kategori perishable food, jika tidak disimpan di cold chain akan rusak. Artinya dibutuhkan konektivitas yang lebih robust dan lebih baik,” kata Bayu (DailySocial).

Halaman:

Tags

Terkini