1. Minum Air Mineral
Pastikan kamu minum air mineral atau air putih cukup dalam seharinya yaitu 1,5-2,5 liter atau 8 gelas setiap hari. Kamu bisa membagi waktunya sebanyak tiga kali selama berpuasa, pada saat buka puasa 3 gelas, sebelum tidur 2 gelas, dan juga saat sahur 3 gelas.
Dengan cara tersebut, kamu tetap bisa menjaga kondisi mulut supaya tidak kering, yang bisa menyebabkan kuman penyebab bau mulut mudah untuk berkembangbiak. Selain itu, air mineral juga membantu membersihkan sisa – sisa makanan berbuka dan sahur yang menempel pada sela-sela gigi.
2. Konsumsi Buah dan Sayur
Semua jenis buah dan sayur bisa membantu mengusir bau napas tak sedap atau bau mulut saat puasa. Buah dan sayur dapat meningkatkan produksi air liur untuk menjaga mulut tetap lembab, juga membersihkan area mulut dari kuman penyebab bau mulut dan plak.
3. Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut
Penyebab utama bau mulut adalah kebiasaan membersihkan gigi dan mulut yang masih belum tepat.
Selain rajin menggosok gigi minimal dua kali sehari, kamu juga perlu menyikat lidah dan melakukan flossing agar kuman penyebab bau mulut dan plak tidak berkembang biak di dalam mulut.
Menyikat gigi dan lidah saja tidak cukup, kamu juga harus melengkapinya dengan berkumur menggunakan obat kumur terbaik.
Tujuannya agar mampu menjangkau dan membersihkan area mulut hingga ke bagian sela – sela gigi tersempit.
- Jangan Langsung Menggosok Gigi Setelah Makan
Sebelum menyikat gigi disarankan untuk menunggu selama 30 hingga 60 menit setelah makan. Pasalnya setelah makan kadar asam di dalam mulut naik dan gigi berada pada kondisi terlemahnya.
Langsung menyikat gigi setelah makan dapat menyebabkan kerusakan besar pada email gigi.
Sebaiknya tunggu air liur menetralkan lingkungan mulut dan membantu pemulihan dari asam.
Selama waktu menunggu sebelum menggosok gigi, kamu bisa mengunyah permen karet bebas gula. Hal tersebut juga dapat membantu menyegarkan mulut saat kembali ke tingkat pH normal.
- Hindari Makanan yang Menyebabkan Bau Mulut
Misalnya dengan menghindari bahan-bahan seperti bawang putih, bawang merah, dan cabai. Hindari juga makanan seperti petai, jengkol, dan gorengan.
Bahan kimia yang terkandung di dalamnya dapat memasuki aliran darah, pindah ke paru-paru, kemudian dihembuskan melalui hidung atau mulut.
Efeknya pun bisa bertahan lama. Selain makanan menyengat, hindari juga minum minuman berkafein. Kafein dapat menyebabkan mulut menjadi kering dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Sebenarnya efeknya bisa dikurangi dengan minum air putih. Namun, sayangnya di hal tersebut tidak boleh dilakukan sebelum berbuka puasa.
Nah, itulah beberapa cara untuk mengatasi bau mulut saat puasa. Jika terjadi masalah kesehatan mulut dan gigi di bulan puasa, jangan ragu untuk tanya dokter. (Red)