Menurutnya, para milenial yang menekuni profesi barista, harus bisa menjadi pembeda dari generasi-generasi sebelumnya. Dalam hal ini, generasi milenial harus menjadi mayoritas dalam mengembangkan perekonomian negara yang kini tengah terpuruk akibat terpaan pandemi Covid-19.
"Harus bisa jadi generasi milenial yang kreatif dan inovatif. Maksud kreatif dan inovatif disini, pemuda itu harus bisa mengembangkan potensi perekonomiannya sejak dini. Karena pemuda saat ini menjadi aspek terpenting dalam bernegara," ujar dia.
Dilokasi yang sama, instruktur pelatihan barista, Alvin menambahkan bahwa perkembangan industri kopi, kini tak lagi di dominasi oleh generasi-generasi sebelumnya. Saat ini, banyak generasi muda yang ikut meramaikan bisnis kuliner terutama kopi.
"Ya kita lihat sendiri kan, trend kafe di Tangsel ini kini mulai bermunculan di setiap pelosok. Generasi milenial harus melihat fenomena ini sebagai potensi ekonomi. Intinya mereka harus berperan dan ambil bagian," terang Alvin.
Alvin bilang, profesi barista yang di tekuni generasi muda saat ini, menjadi sebuah investasi di masa yang akan datang jika profesi itu terus di jalani dan di kembangkan dengan berbagai inovasi yang di miliki pemuda.
Cindy, salah satu peserta pelatihan barista yang di adakan de-8 Roti Bakar & Cafe ini, mengaku tertarik mengikuti pelatihan barista lantaran melihat banyak pengusaha kafe yang menyediakan minuman dengan bahan dasar kopi.
"Ini sebetulnya peluang juga sih. Tapi kita juga harus mengasah keterampilan dulu, salah satunya melalui pelatihan (barista-red) ini," singkat Cindy. (Dra)