nasional

In memoriam Pak Margiono

Selasa, 1 Februari 2022 | 17:25 WIB

Oleh Uten S*

Suatu hari, di tahun 2010, saya, Pak Zarkasih Noer (mantan Menteri Koperasi) dan Pak Margiono, duduk di ruang tamu paling depan di rumah Pak Margiono yang besar dan megah di Villa Melati, Serpong Tangsel.

Kami sedang menunggu tamu paling penting malam itu. Yakni tiga kandidat calon Walikota Tangsel, yakni Ibu Airin, Pak Arsyid, dan Pak Norodom. Malam itu, atas nama ketua kerukunan Tokoh Masyatakat Tangsel, saya diminta oleh Pak Margiono jadi ketua panitia acara Malam Keakraban Tokoh -Tokoh Masyarakat Tangsel dimana pak Margiono sebagai ketua umum perhimpunan dan jadi tuan rumah. Suasana politik menjelang hari penjeblosan pilkota di Tangsel waktu itu cukup tegang. Gesekan antar kelompok masyarakat hampir terjadi. Maka saya, Margiono , Zarkasih Noer dan Abdul Rojak (Kakandepag Tangsel) berinisiatif mengakrabkan para tokoh Tangsel yang berbeda pilihan politik supaya pilkota Tangsel berjalan kondusif.

Saya ingat kata-kata beliau ketika itu:
"Ten dengerin saya, yang datang pertama ke acara ini, itu yang menang." Sebuah pernyataan yang memecahkan keheningan saat kami terdiam menunggu tamu penting datang.

Saya dan pak Zarkasih saling tatap berbagi senyum. "Apakah betul begitu..!" bisik hati saya saat itu.

Hanya beberapa menit setelah ucapan tersebut meluncur lepas dari bibir "Raja Media" itu, sebuah jeep hitam model Robicon muncul persis di depan rumah.

"Hah Ibu Airin yang datang!", Pak Margiono tersentak kaget melihat Ibu Airin ternyata yang datang duluan didampingi sang suami Kang Wawan. Keduanya melangkah penuh percaya diri menghampiri kami dan bersalaman. Dua calon walikota lainnya tak kunjung datang sampai acara Malam Keakraban yang menghadirkan Dik Doank sebagai host, berakhir.

Halaman:

Tags

Terkini