nasional

Presidensi G20, Momentum Indonesia Bangkitkan Optimisme Pemulihan 

Senin, 13 Desember 2021 | 18:19 WIB

Virus, dikatakannya tidak mengenal wilayah. Karena itu, penting bagi Indonesia untuk segera pulih  mengingat kita adalah bagian dari kegiatan global. 

Mengingat pandemi COVID-19 belum diketahui kapan akan berakhir, apalagi dengan munculnya varian baru  Omicron, Nadia menekankan pentingnya masyarakat dalam menjaga prokes 3M, vaksinasi, membatasi  mobilitas, dan penguatan 3T. 

"Hal ini penting dilakukan. Dengan Presidensi G20 2022 kita tunjukan bagaimana Indonesia bisa bekerja  dengan baik. Kalau bisa, Indonesia menjadi negara pertama yang keluar dari situasi oandemi. Ini butuh kerja  sama semua pihak, termasuk masyarakat," katanya. 

Mengomentari dampak positif Presidensi G20, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE), Piter  Abdullah, menyampaikan posisi Indonesia sebagai Presidensi G20 sebuah kesempatan besar untuk melakukan banyak hal untuk dalam negeri maupun bagi dunia. 

"Tekad Presiden menjadikan G20 tidak hanya sebagai tempat kumpul-kumpul, melainkan bisa menghasilkan  sebuah substansi, tidak hanya sekadar baik di tataran konsep tapi juga bisa diimplementasikan akan  membuat kualitas kepemimpinan G20 Indonesia akan diperhitungkan," ujarnya. 

Piter menambahkan, menjadi Presidensi G20 juga merupakan kesempatan Indonesia mengusulkan isu-isu  yang sangat relevan, yang tidak hanya bermanfaat bagi Indonesia, namun juga global. 

"Isu terkait arsitektur kesehatan global bisa dikatakan sangat tertinggal dibandingkan arsitektur keuangan  global misalnya. Bila ada krisis ekonomi di suatu negara, sudah ada lembaga IMF dan Bank Dunia. Sedangkan  untuk masalah kesehatan, kita tidak punya protokol kesehatan global. Indonesia bisa menginisiasi, meskipun  jujur tantangan akan sangat berat karena isu kesehatan global memang tidak mudah," katanya. 

Selain itu, Piter menambahkan, isu kesehatan tidak bisa dilepaskan dari ekonomi. “Paradigmanya harus  diubah. Pandemi terbukti bisa memporakporandakan perekonomian sebuah negara," ujarnya. 

Halaman:

Tags

Terkini