nasional

Presidensi G20, Momentum Indonesia Bangkitkan Optimisme Pemulihan 

Senin, 13 Desember 2021 | 18:19 WIB

"Intinya dengan menjadi Presidensi 2022, kita optimis tahun depan bisa lebih baik lagi dalam  penanggulangan COVID-19 dan pemulihan ekonomi. Syaratnya tetap menjaga protokol kesehatan, segera  vaksinasi bagi yang belum, khususnya di saat Indonesia berada dalam ancaman varian baru Omicron," kata  Usman. 

Terkait ancaman varian Omicron, Usman mengatakan jika pemerintah sudah melakukan antisipasi yang  sifatnya luwes. "Saat ini kita mengetatkan, kalau situasinya relatif membaik maka akan dilonggarkan. Gas  dan rem akan diterapkan," urai Usman. 

Usman mengingatkan, dalam konteks antisipasi, kondisi tahun depan ditentukan oleh perilaku masyarakat  dalam satu atau dua bulan ini, khususnya menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

"Bagaimana kita menjaga prokes dan vaksinasi. Jangan sampai nanti setelah Nataru dan Indonesia menjadi  ketua G20 kasusnya malah melonjak. Itu tidak kita inginkan," ujarnya. Untuk itu, pemerintah menetapkan  PPKM Level 3 di semua wilayah Indonesia pada 24 Desember 2021 - 2 Januari 2022 sebagai upaya  pengendalian.

Tak lupa, Usman mengajak masyarakat berpartisipasi dalam menyukseskan Indonesia sebagai Presidensi G20  dengan bertindak sebagai tuan rumah yang baik. 

Dalam hal ini Kominfo menjalankan fungsi komunikasi publik, dengan menyampaikan manfaat besar dengan  keketuaan (Presidensi) G20. Di antaranya, produk domestik bruto (PDB) membaik dengan bertambahnya  konsumsi dalam negeri, serta publikasi tempat wisata. 

"Akan kita publikasikan seluas-luasnya agar G20 membawa dampak ekonomi dan kesehatan," ujar Usman. 

Ia menambahkan, Presiden Jokowi juga sudah mengingatkan bahwa G20 jangan hanya jadi ajang diskusi  tanpa hasil yang konkret. "Ini harus dipahami, dan akan kami gaungkan apa yang disampaikan Presiden, ke  dalam dan luar negeri," tuturnya. 

Halaman:

Tags

Terkini