nasional

PIKI Dukung Pembangunan Pariwisata Daerah di Masa Pandemi Covid-19 Untuk Kesejahteraan Rakyat

Minggu, 21 November 2021 | 13:26 WIB

Harini menambahkan, dalam pengembangan pariwisata alam, peran serta masyarakat setempat adalah hal yang sangat penting. Namun, mereka mesti memiliki pemahaman yang benar tentang sumber daya alam di sekitarnya, serta keunggulan dan kekurangannya.

“Mereka juga harus sadar bahwa bisnis wisata adalah bisnis pelayanan, harus bisa membangun jejaring dengan para pihak terkait untuk pengembangan wisata di daerahnya juga terhadap komunitas yang menyukai sumber daya di daerahnya, serta memiliki wawasan terhadap kebutuhan pengunjung. Namun yang paling penting d sini, pengembangan pariwisata alam harus memperhatikan kaidah lingkungan dan modal sosial,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Industri, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kementerian PPN (Bappenas), Leonardo A.A Teguh Sambodo, SP,MS, PhD mengatakan bahwa pembangunan pariwisata harus holitik dan terintegrasi.

“Pembangunan pariwisata harus meliputi pembangunan infrastruktur untuk aksesbilitas, pembangunan kawasan, pembangunan amenitas wilayah atau perkotaan, amenitas dan transaksi, pengembangan SDM Pariwisata, dan pembangunan destinasi pariwisata itu sendiri,” urainya.

Dia menambahkan, masih ada sejumlah pekerjaaan rumah yang mesti diselesaikan untuk mendongkrak iklim pariwisata di Indonesia, khususnya di masa pandemi seperti saat ini.

“Kita masih harus kerja keras untuk memastikan kesehatan dan kebersihan, khususnya karena ini masih di masa pandemi. PR Kita lainnya adalah memastikan lingkungan berkelanjutan, infrastruktur darat dan laut, serta infrastruktur khusus wisata,” katanya.

Kata Teguh, dalam RPJMN 2020-2024 ada 18 destinasi wisata yang jadi prioritas. Namun Presiden Jokowi telah menginstruksikan agar hingga akhir 2020, fokus diberikan pada pembangunan fisik 5 destinasi super prioritas yang meliputi Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang yang harus sudah selesai akhir 2020.

Halaman:

Tags

Terkini