”Jadi, ruang rawat di fasilitas kesehatan bisa dimanfaatkan oleh pasien dengan gejala berat,” kata Tito.
Di segi vaksinasi, dari data yang disampaikan oleh pemerintah, bahwa minat dan antusiasme masyarakat terhadap vaksinasi ini sangat besar. Sekitar 302 ribu yang di vaksinasi pertama, kemudian 133 ribu lebih vaksinasi kedua.
Hal itu menunjukkan bahwa penanganan vaksinasi ini masih relatif belum memenuhi target herd immunity untuk penduduk kurang lebih hampir 2 juta orang.
”Kalau 70 persen, berarti 1,4 juta. Kalau 60 persen, 1,2 juta. Perlu kerja keras lagi. Tentunya kita harapkan Pemda melakukan adanya suplai vaksin yang cukup untuk Kota Tangerang Selatan, sehingga bisa dipercepat program vaksinasi,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menyampaikan pemerintah terus mengupayakan penanganan di hulu dan hilir secara serempak sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Di hulu, pemerintah melakukan penegakan protokol kesehatan setiap hari terutama pada malam hari. Sehingga pada tingkat kecamatan penegakan protokol kesehatan dilakukan sekaligus memberikan sanksi atau teguran paling tidak kepada para pelanggar prokes minimal teguran lisan.
”Kemudian kedua, kami sudah menerbitkan SE terbaru yang diperbarui menindaklanjuti bapak Mendagri sejak kemarin sudah kami terbitkan dan pada hari ini sudah berlaku di tengah-tengah masyarakat kami sudah edarkan sampai ke tingkat kelurahan, RT dan RW,” katanya menambahkan pemerintah terus mempersiapkan ketersediaan tempat tidur, terutama tempat tidur ICU.
Saat ini, fasilitas kesehatan sangat dibutuhkan masyarakat. Dari 22 rumah sakit umum dan rumah sakit swasta yang ada di Tangsel, 71 tempat tidur ICU nya hampir penuh.