nasional

Ini!...Layanan Aplikasi Telemedis untuk Pasien Isolasi Mandiri

Selasa, 13 Juli 2021 | 21:39 WIB

Sampai sekarang, layanan telemedicine ditujukan untuk pasien yang baru terpapar setelah  diluncurkan platform telemedicine ini, dan pasien tersebut berdomisili di area Jabodetabek. 

“Jadi belum bisa orang langsung mencari dan melakukan konsultasi online tanpa di tes PCR pada  Lab yang terafiliasi dengan Kemenkes. Karena kita perlu verifikasi apakah yang bersangkutan  benar-benar sudah terpapar COVID-19 positif,” jelas dr. Nadia. 

dr. Nadia juga menjelaskan bahwa setelah memiliki hasil tes PCR positif, pasien baru dapat  berkonsultasi dengan dokter telemedicine, yang nantinya akan memberi diagnosa dan  menentukan resep obat/vitamin yang dibutuhkan pasien. Untuk saat ini, obat/vitamin akan  dikirimkan dari jaringan apotek Kimia Farma yang telah bekerja sama. Dan untuk pengiriman  obat/vitamin, program ini juga telah bekerja sama dengan perusahaan pengiriman SiCepat. 

“Platform telemedicine ini akan memberikan layanan konsultasi dokter gratis yang akan  memberikan resep obat atau vitamin yang dibutuhkan oleh pasien isolasi mandiri, sesuai dengan  gejala yang diderita dan hasil diagnosa dokter pada saat konsultasi. Setelah menerima resep,  nanti pasien akan diberikan link dari dokter telemedicine, dimana pasien akan mengisi NIK,  alamat lengkap dan upload resep yang telah diberikan. Isian tersebut akan terhubung ke sistem  apotek Kimia Farma. Setelah Kimia Farma memberikan verifikasi, barulah bisa di update di sistem  SiCepat untuk pengiriman obat ke pasien,” jelas dr. Nadia.  Di kesempatan yang berbeda, CEO dan Co-Founder Halodoc Jonathan Sudharta menyambut  baik hadirnya program ini. “Keikutsertaan Halodoc dan 10 pelaku layanan telemedisin yang  tergabung dalam ATENSi merupakan bagian dari tanggung jawab moral kami terhadap negara.  Bagi Halodoc, program ini merupakan kelanjutan dari kontribusi kami sebagai aplikasi buatan  anak negeri untuk membantu upaya percepatan penanggulangan COVID-19 di Tanah Air setelah  sebelumnya aktif dalam akselerasi vaksinasi COVID-19 massal dan penyediaan tes COVID-19  secara drive thru. Selain mengurangi beban di fasilitas kesehatan, penggunaan telemedisin juga  dimaksudkan untuk melindungi pasien tanpa gejala atau bergejala ringan untuk mendapatkan  terapi medis secara cepat dan tepat dari dokter berlisensi tanpa perlu keluar dari rumah. Kami  tentunya berharap program ini berdampak untuk memperlambat laju transmisi virus COVID-19 di  Indonesia,” ujar Jonathan. (*/Red)

Halaman:

Terkini