nasional

Azis Syamsuddin: Mengatasi KKB adalah Harapan untuk Membangun Papua Lebih Harmoni

Kamis, 18 Februari 2021 | 00:19 WIB

Jakarta, bidiktangsel.com - Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin prihatin atas peristiwa pembaka-ran dan perusakan material milik PT. Palapa Ring Timur yang hendak dipasang di B5 yang ada di Kabupaten Puncak, Papua yang dilakukan Kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini mengucapkan belasungkawa atas gugurnya prajurit dari Yonif 400/BR yang tergabung dalam satuan tugas pengamanan daerah rawan di Kabupaten Intan Jaya.

"Tidak akan pernah ada habisnya KKB melakukan teror dan pengerusakan seperti ini. Diperlukan langkah tegas dan sistematis yang harus dilakukan aparat. Polda Papua akan terus berkolaborasi dengan Kodam XVII Cenderawasih dan satuan tugas untuk mendukung kepolisian dalam penegakan hukum," tegas Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/2/2021).

Bagi Azis Syamsuddin, apa pun namanya, baik itu KKB, Gerakan Pengacau Keamanan (GPK), Gerakan Pengacau Liar (GPL), dan Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) maupun Kelompok Kriminal Separatisme Bersenjata (KKSB) hingga muncul pemberian nama baru, tidak akan menyentuh, apalagi dan menyelesaikan, substansi masalah yakni adanya separatisme Papua.

Sekalipun namanya tidak dicantumkan dalam DPO, mereka sudah biasa dipandang sebagai musuh Indonesia dan karena itu nyawanya dapat dihabiskan kapan saja. Mereka berpandangan bahwa lebih berharga dibunuh di medan perjuangan dari pada menyerahkan diri. Oleh sebab itu, DPO ini belum tentu akan mengendorkan semangat perlawanan TPN.

"Maka tidak ada kompromi dengan kelompok sparatis mana pun. Aparat harus terus mengejar pelaku teror hingga tuntas. DPR berharap munculnya operasi gabungan akan mampu menyelesaikan masalah. Tentu dengan cara yang smart, tidak pula menimbulkan korban jiwa," pinta Azis Syamsuddin.

Menurut Azis kekuatan operasi gabungan yang telah disipakan sebelumnya sudah memadai. Baik di Timika denga empat Satuan Setingkat Kompi (SSK) sekitar 400 personel, yang terdiri dari satu SSK Brimob dan tiga SSK anggota TNI. Maupun satuan yang kini tengah disiapkan.

Halaman:

Tags

Terkini