nasional

91 JUTA AKUN DIOBRAL LEWAT DARKWEB, GANTI PASSWORD AKTIFKAN OTP

Minggu, 3 Mei 2020 | 15:07 WIB

Jakarta, bidiktangsel.com - Tokopedia dilaporkan mengalami peretasan, seperti dalam cuitan akun twitter @underthebreach. Bahkan jumlahnya diperkirakan 91 juta akun dan 7 juta akun merchant, tidak lagi 15 juta seperti diinfokan sebelumnya.

Padahal di tahun 2019, Tokopedia menginfokan bahwa ada sekitar 91 jutaakun aktif di platformnya. Artinya hampir semua akun di Tokopedia berhasil diambil datanya oleh peretas.
Pelaku menjual data di darkweb berupa user ID, email, nama lengkap, tanggal lahir, jenis kelamin, nomor handphone dan password yang masih ter-hash atau tersandi. Semua dijual dengan harga US$ 5.000  atau sekitar Rp 74 juta. Bahkan ada 14.999.896 akun Tokopedia yang datanya saat ini bisa didownload.

Dalam keterangannya Minggu (3/5), pakar keamanan siber Pratama Persadha menjelaskan bahwa kejadian seperti ini harus cepat direspon oleh pihak Tokopedia dan juga para penggunanya. Karena ancaman penipuan dan pengambil- alihan akun bisa terjadi kapan saja.

Pratama menjelaskan peretas Whysodank pertama kali mempubli- kasikan hasil peretasan di raid forum pada Sabtu (2/5).

Kemudian peretas ShinyHunters memposting thread penjualan 91 juta akun Tokopedia di forum darkweb bernama EmpireMarket. Dari sinilah akun @underthebreach mempubli- kasikan peretasan Tokopedia ke publik Twitter.

“Memang data untuk password masih dienkripsi, namun tinggal menunggu waktu sampai ada pihak yang bisa membuka. Itulah kenapa pelaku mau melakukan share gratis beberapa juta akun untuk membuat semacam sandiwara siapa yang berhasil membuka kode acak pada password,” jelas chairman Lembaga Riset SIber Indonesia CISSReC (Communication &Information System Security Research Center) ini.

Ditambahkan Pratama, meski password masih dalam bentuk acak, namun datalain sudah plain alias terbuka. Artinya semua peretas bisa memanfaatkandata tersebut untuk melakukan penipuan dan pengambil alihan akun-akun diinternet.

Halaman:

Terkini