Terpisah, Ketua Komunitas TMB Magma Herlina Mustikasari mengatakan kumpulan tulisan TBM yang dikumpulkan hingga akhirnya menjadi buku. Selain itu, ada juga buku fiksi remaja setebal 380 halaman yg ditulis oleh chandrika anak usia 13 tahun.
Memotivasi para pegiat bahwa anak generasi Z ternyata juga bisa menoleh dari gadget dengan suka membaca dan kemudian mau menuliskan.
”Alhamdulillah, hari Senin (8/4) Komunitas TBM Magma telah mempublikasikan tiga buah buku yang ditulis para warga TBM,” jelasnya.
Hal ini sangat membanggakan bahwa budaya literasi di TBM tidak hanya berhenti di membaca tetapi juga berkarya dengan menulis.
“Rencana kedepan kami akan menggalakkan kegiatan menulis untuk mencapai satu TBM sat karya tulis dalam tahun ini,” tambahnya
Lanjutnya, TBM Magma telah mempublikasikan 3 buku yang ditulis para warga TBM. Pertama buku “Langkah”, kedua buku mimpi kumpulan puisi-puisi kelompok TBM Kolong dan Langit Buta Bulan Bisu cerita fiksi. (humas_kominfo)