nasional

Kurs Rupiah Nyungsep, Inilah Komentar Ketua STIE Ahmad Dahlan

Senin, 9 Juli 2018 | 13:24 WIB

Selain itu, secara rerata masyarakat Indonesia juga rela menggerus simpanan nya (jika ada??) untuk kegiatan konsumsi.

“Yang aneh, suku bunga bank naik tetapi kenapa simpanan masyarakat turun? Kemana duit orang-orang kaya itu disimpan? Tentu, ini berbahaya dalam pengendalian impor. Konsumsi yang tinggi dapat menyebabkan impor tinggi sehingga kinerja perdagangan nasional berpotensi negatif. Pemerintah harus mewaspadai hal ini. Mengajak masyarakat untuk mengubah gaya konsumtifnya,” ujarnya.

Diakhir, dalam rangka menyelesaikan persoalan tersebut, Mukhaer berpendapat bahwa Pemerintah perlu segera mengendalikan impor konsumsi dengan mengeluarkan kebijakan pajak penghasilan (PPh) 22 dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) efektif untuk mengendalikan konsumsi.

Selain itu, meningkatkan daya bangsa, pemerintah perlu memikirkan sebuah kebijakan mendorong kelas menengah beralih dari masyarakat konsumtif menjadi masyarakat produktif.

“Sayang sekali, mental instan dalam berbelanja telah menggerus mental produktif kita. Masyarakat kita enggan lagi berproduksi karena sudah tersedia barang-barang konsumtif di pasar-pasar secara mudah. Akhirnya, bangsa kita pun selalu terjebak menjadi bangsa jongos alias babu karena kita selalu bergantung pada produk-produk impor barang-barang konsumtif, terutama pangan dari luar,” pungkasnya. (***)

Halaman:

Tags

Terkini