nasional

Perjuangan Setu Parigi Diawali Dari Beksi Sanghiyang Putih

Selasa, 2 Januari 2018 | 18:03 WIB
Babeh Sadelih (kiri), Kimpo (Tengah) dan Babeh Go'um (Guru Besar) dalam Acara Tasyakuran Setu Parigi, Minggu (31/13-2017).

Babe Go'um mengatakan untuk membangun padepokan dan mengelola padepokan bisa bicara karena punya catatan, punya dokumen yang benar.

"Diluar sana mau ramenya bagaimana seperti apa ? tujuannya agar pemerintah turun tangan, kalau anteng-anteng aja pada diem, pemerintah kalau untung enak bae," ujar Babe Go'um dengan logat Betawinye.

Ia berharap jangan sebagai pejabat pemerintah itu enak-enakan makan nasi putih, tapi derita orang banyak, tidak bagus itu, pesannya.

"Pejabat makan nasi putih, ya kita juga makan nasi putih, itu baru benar," pesannya.

Kepada Pemkot Tangsel Babe Go'um berharap ajak kami, mari kita bangun, mari kita bangkit sama-sama, itu yang baik.

"Untuk murid Sanghiyang Putih, saya tidak ijinkan mengeluarkan kata-kata yang kurang bagus untuk Setu Parigi, kecuali orang tuanya (GuruBesar) yang bicara," tegasnya. (*)

Halaman:

Tags

Terkini