nasional

Desil Bansos Berubah, Pedagang Kecil hingga Mahasiswa Bisa Terdampak? Ini Penjelasan BPS

Senin, 28 September 2026 | 11:51 WIB

Menyoroti sistem desil yang berpengaruh pada penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat kecil di Tanah Air. Berikut ulasannya. (malangkota.go.id)
JAKARTA – Perubahan posisi desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi perhatian masyarakat karena dapat berpengaruh terhadap sasaran sejumlah program perlindungan sosial pemerintah.

Kondisi tersebut dapat dirasakan oleh kelompok masyarakat yang sebelumnya menerima bantuan sosial (bansos), tetapi setelah pemutakhiran data tidak lagi masuk dalam kelompok sasaran program tertentu.

Namun, desil bukanlah label tetap yang secara otomatis menentukan seseorang berhak atau tidak menerima seluruh jenis bansos. Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa desil merupakan pemeringkatan relatif tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi.

Baca Juga: Pabrik Baterai EV Mulai Beroperasi, Mobil Listrik Bakal Makin Murah?

BPS menegaskan posisi desil perlu dipahami sebagai gambaran relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan sebagai satu-satunya ukuran kondisi ekonomi sebuah keluarga.

Apa Itu Desil Bansos?

Secara statistik, desil membagi populasi keluarga ke dalam 10 kelompok berdasarkan posisi relatif kesejahteraannya.

Masing-masing kelompok secara umum mencakup sekitar 10 persen keluarga. Desil 1 merupakan kelompok dengan posisi kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan Desil 10 berada pada posisi relatif paling tinggi.

Artinya, semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi relatif kesejahteraan keluarga dalam pemeringkatan. Sebaliknya, angka desil yang semakin tinggi menunjukkan posisi relatif kesejahteraan yang lebih tinggi.

Baca Juga: Pos Gizi Tangsel Sasar Balita hingga Ibu Hamil dari Keluarga Rentan

BPS menggunakan pendekatan statistik Proxy Means Test (PMT) untuk memperkirakan tingkat kesejahteraan berdasarkan karakteristik sosial ekonomi yang dapat diamati.

Karakteristik yang diperhitungkan tidak hanya berkaitan dengan penghasilan.

Data yang digunakan antara lain kondisi tempat tinggal, sumber air minum, energi atau bahan bakar untuk memasak, kepemilikan aset, konsumsi dan daya listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan hingga kondisi disabilitas.

Karena banyak variabel diperhitungkan secara bersamaan, perubahan pada satu indikator saja tidak otomatis membuat posisi desil seseorang berubah.

Halaman:

Tags

Terkini

Pahami Yuuk Menjadi Kuasa Wajib Pajak

Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:07 WIB