Fahri juga menyoroti pentingnya pengendalian tanah dan tata ruang negara demi membangun sistem social housing yang kuat dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan hunian rakyat sangat ditentukan kemampuan negara dalam mengelola lahan dan perencanaan wilayah.
“Negara yang sukses social housing-nya adalah negara yang mampu mengendalikan tanah dan tata ruang,” kata Fahri.
Selain itu, Fahri menekankan pembangunan kawasan hunian harus terintegrasi dengan pusat aktivitas masyarakat melalui konsep Transit Oriented Development (TOD).
Baca Juga: Mahasiswa Layangkan Keberatan, Dishub Tangsel Dinilai Abaikan Keterbukaan Informasi Publik
Konsep tersebut dinilai mampu mengurangi beban biaya transportasi akibat jarak tempat tinggal yang terlalu jauh dari lokasi pekerjaan.
Sementara itu, Hashim S. Djojohadikusumo menyampaikan Presiden Prabowo telah memutuskan pemanfaatan tanah negara dan aset BUMN untuk pembangunan perumahan rakyat yang terjangkau.
Kebijakan tersebut diharapkan mempercepat pemerataan akses hunian layak bagi masyarakat Indonesia.
Sebagai rangkaian acara, panitia menyerahkan buku secara simbolis kepada sejumlah tokoh nasional, termasuk Hashim, Budiman Sudjatmiko, Nixon, dan Luis Tineo.
Baca Juga: Dikeluhkan Warga Soal Galian, PT PITS Akui Belum Kantongi Rekomtek
Peluncuran buku ini diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan strategis guna memperkuat pembangunan hunian layak, terjangkau, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
(***)