nasional

Mahfud MD Contohkan Gus Dur yang Santai saat jadi Bahan Lawakan Bagito

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:09 WIB

Baca Juga: WNI Ceritakan Seserius Itu Hidup di Belanda, Warganya Dibagikan Panduan Bertahan Hidup Gegara Mati Lampu

“Yang dikatakan menodai agama itu adalah membuat tafsir yang berbeda dengan tafsir utama yang dianut oleh penganut agama yang bersangkutan. Kalau di Indonesia, yang punya otoritas ya Majelis Ulama, ormas-ormas keagamaan, dan sebagainya. Dan biasanya itu menyangkut soal akidah saja,” terangnya.

Menurutnya, jika tak menyentuh persoalan tafsir, maka permasalahan tersebut jauh dari penistaan agama.

Contohkan Sikap Gus Dur yang Sempat jadi Bahan Lawakan Bagito

Dalam siniar tersebut, Mahfud MD memberi contoh saat Gus Dur dijadikan bahan lawakan, tapi tak dipermasalahkan meski sedang menjabat sebagai Presiden.

Baca Juga: Demi Cerdaskan Anak Bangsa, Seorang Guru Matematika di SMK Serang Tetap Mengajar Meski Kondisi Kelasnya Full Banjir

“Ketika Gus Dur jadi Presiden, kelompok lawak meminta maaf sendiri pada Gus Dur padahal Gus Dur nggak apa-apa. Jadi, pakai kacamata hitam, pakai peci, lalu jalan gitu, mata merem karena buta lah, kan itu ngejek Gus Dur, lalu nabrak mic,” ujar Mahfud MD.

“Orang-orang di bawah marah, tapi kata Gus Dur nggak apa-apa, itu waktu Gus Dur jadi Presiden. Itu pas Bagito dan kemudian minta maaf,” lanjutnya.

Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) itu kemudian mengatakan bahwa banyak orang Nahdlatul Ulama (NU) marah dan menganggapnya sebagai penghinaan.

“Anak-anak Banser, anak-anak NU marah, menyebut itu penghinaan pada pemimpin. Tapi, Gus Dur langsung bilang nggak ada (penghinaan), tidak merasa terhina,” tambahnya.

Baca Juga: Pengakuan Pendaki Gunung Bulusaraung yang Temukan Serpihan Pesawat ATR 42-500 hingga Keterangan Baru Basarnas

Pandji sendiri selain dilaporkan atas dugaan penistaan agama juga diduga telah menghina Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dengan menyebut terlihat mengantuk.

“Jadi, kenapa hanya kalau dibilang, ‘Maaf ente ngantuk’ itu penghinaan apa? Kan tidak bisa dianalogikan ke sesuatu. Gus Dur yang jelas dianalogikan orang buta aja, nggak apa-apa,” tandasnya.

(***)

Halaman:

Tags

Terkini