nasional

Skandal KPR MBR Terkuak! Menkeu Purbaya Ganyang BP Tapera: Skor Kredit Buruk SLIK OJK Ternyata Hanya Ilusi Fiktif Massal!

Jumat, 24 Oktober 2025 | 08:54 WIB
Langkah Menkeu Purbaya menyingkap tirai gelap masalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Jakarta, bidiktangsel.com – Skandal KPR MBR terkuak. Menkeu Purbaya bakal ganyang BP Tapera akibat skor kredit buruk SLIK OJK yang ternyata hanya ilusi fiktif massal.

Ya, Panggung sektor perumahan nasional langsung Guncang. Dampak dari upaya Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Ia melancarkan serangan verbal dahsyat yang menusuk jantung Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Langkah Menkeu Purbaya menyingkap tirai gelap masalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Baca Juga: Menjelang Muskot KADIN Tangsel, Marhadi Tegaskan Komitmen Penguatan Organisasi dan Dukungan Nyata untuk UMKM

Menkeu Purbaya, setelah melakukan verifikasi data mendadak, menemukan adanya kejanggalan masif yang jauh lebih besar daripada sekadar isu tunggakan kredit.

Selama ini, publik digiring untuk percaya bahwa jeratan skor kredit buruk SLIK OJK, bahkan karena tunggakan receh di bawah Rp 1 juta.

Kondisi itu telah menggagalkan impian 110.000 rakyat kecil untuk memiliki rumah. Namun, Purbaya datang dengan data yang membalikkan seluruh narasi tersebut.

Dengan nada yang meninggi dan penuh ketegasan di Kementerian Keuangan, Menkeu Purbaya menyatakan telah bersiap turun tangan membersihkan data tersebut, namun hasilnya mengejutkan.

Baca Juga: Lima Pelanggar Perda Disidang Tipiring di PN Tangerang, Satpol PP Tangsel Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum

“Saya menjanjikan mendatangi OJK dan meminta clear data clear hari Kamis,” ungkap Purbaya.

“Namun, setelah diperiksa, jumlahnya tidak sebanyak 110.000 kasus. Ini penipuan angka massal!”

Fakta Menggemparkan: Dari 110.000, Hanya 100 yang Layak Ditolong?

Hasil verifikasi mendadak Menkeu Purbaya setelah bertemu BP Tapera sungguh mencengangkan dan menimbulkan pertanyaan besar: Siapa dalang di balik manipulasi data fiktif ini?

Halaman:

Tags

Terkini