nasional

Gelombang Protes Gen Z Menggema dari Nepal hingga Peru, Medsos Jadi Senjata Utama

Selasa, 23 September 2025 | 07:37 WIB
Menyoroti pola aksi demonstrasi di Nepal hingga Peru yang diinisiasi oleh para generasi Z atau Gen Z. (Unsplash.com/@Ehimetalor)

Baca Juga: Perseroda Tangsel Diduga Jadi “Lumbung Politik”, Pengamat: Ratusan Miliar Digelontorkan, Hasilnya Nol

Asosiasi Jurnalis Nasional Peru (ANP) mencatat sedikitnya enam jurnalis mengalami luka saat meliput aksi tersebut.

Filipina: Ribuan Massa Turun ke Jalan

Sehari sebelumnya, gelombang serupa terlihat di Filipina. Ribuan Gen Z memadati Taman Rizal di Manila dan Kuil EDSA di Quezon City, Minggu (21/9/2025).

Mereka menolak skandal korupsi proyek pengendalian banjir. 

Jumlah demonstran meningkat dari 4.000 menjadi 15.000 orang dalam waktu satu jam, berkat seruan cepat melalui platform digital.

Baca Juga: Mengulik Kata Menkeu Purbaya yang Sebut Rencana Kurangi Tarif Subsidi Listrik Tanpa Naikkan Harga

“Korupsi membuat rakyat turun ke jalan, menyalurkan kemarahan mereka, agar pemerintah benar-benar menjalankan tugasnya,” ujar Teddy Casino, salah satu orator aksi.

Tokoh muda Sarah Elago juga menyoroti kuatnya dinasti politik di negaranya. 

“Lima puluh tiga tahun berlalu, namun pencuri dan koruptor tetap berkuasa. Apakah Anda akan membiarkan ini?” serunya, disambut pekikan “Tidak!” dari ribuan massa.

Jejak di Nepal dan Prancis

Fenomena serupa sebelumnya muncul di Nepal dan Prancis awal September 2025. 

Baca Juga: Mengulik Kata Menkeu Purbaya yang Sebut Rencana Kurangi Tarif Subsidi Listrik Tanpa Naikkan Harga

Di Nepal, pemblokiran media sosial justru memicu perlawanan luas yang berujung pada lengsernya perdana menteri. Sedangkan di Prancis, Gen Z tampil di garda depan menuntut perubahan politik.

 

Halaman:

Tags

Terkini