nasional

Aktivis Nasional Jambore 2017 Desak Presiden Reshuffle Menteri Agama Usai Sorotan Publik

Kamis, 4 September 2025 | 12:55 WIB
Meski Menteri Agama telah menyampaikan permintaan maaf, publik menilai langkah itu tidak cukup untuk menutupi kegagalan sistemik

Baca Juga: Antara Parcok (Partai Coklat) dan Param Kocok: Refleksi Politik di Tengah Spekulasi Publik

Namun, bagi banyak pihak, pernyataan itu sudah terlanjur melukai hati para pendidik.

Aktivis Nasional Jambore 2017, Egi Hendrawan, menegaskan persoalan ini bukan sekadar salah ucap.

“Guru adalah pelita bangsa. Saat seorang Menteri menyamakan mereka dengan pedagang hanya karena persoalan gaji, itu penghinaan terhadap pengabdian mereka. Ditambah kekacauan haji, ini bukti Kementerian Agama kehilangan nurani,” tegasnya.

Egi menambahkan, reshuffle kabinet bukan hanya pilihan politik, melainkan kebutuhan moral bangsa.

Baca Juga: Menkomdigi Meutya Hafid Sambut Baik Kongres Persatuan PWI Berjalan Lancar dan Demokratis

“Bangsa ini butuh pemimpin yang berhati nurani, bukan sekadar pejabat yang minta maaf setelah semua terjadi. Jika suara rakyat terus diabaikan, gelombang perlawanan akan semakin membesar,” ujarnya.

Kini bola panas berada di tangan Presiden. Publik menantikan keputusan apakah reshuffle kabinet akan dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan rakyat, ataukah kekecewaan kembali dibiarkan berlarut.

(***)

Halaman:

Tags

Terkini