Jakarta, bidiktangsel.com — Ritel modern Indonesia diguncang oleh penarikan mendadak sejumlah merek beras dari rak-rak Indomaret dan Alfamart.
Fakta mengejutkan muncul: produk beras bermerek yang diklaim sebagai premium, ternyata beras oplosan kualitas rendah yang dicampur zat pemutih berbahaya.
Penarikan ini dilakukan secara serentak di berbagai kota, menyusul hasil investigasi gabungan antara Kementerian Perdagangan, BPOM, dan Satgas Pangan Bareskrim Polri.
Baca Juga: Perintah Wapres Diabaikan, Meutia Hafidz Lupa Asalnya dari Wartawan?
Uji laboratorium mengungkap adanya zat klorin dalam sejumlah sampel beras, serta ketidaksesuaian mutu dengan label produk.
Dirjen Perlindungan Konsumen Kemendag, Andri Syahputra, mengungkapkan bahwa modus kejahatan pangan ini dilakukan dengan mengemas ulang beras kualitas medium sebagai produk berlabel premium.
“Beberapa beras bahkan memakai label resmi seperti ‘Beras Indomaret’ dan ‘Beras Alfamart’, lengkap dengan klaim seperti Pulen, Pandan Wangi, dan Organik,” jelasnya dalam konferensi pers, Minggu lalu (27/7).
“Potensi kerugian konsumen ditaksir melebihi Rp20 triliun, baik secara ekonomi maupun risiko kesehatan jangka panjang,” tambahnya.
Pantauan langsung di sejumlah Indomaret dan Alfamart wilayah Serpong, Tangerang Selatan, menunjukkan rak-rak beras mendadak kosong.
Beberapa karyawan menyebut penarikan dilakukan sejak akhir pekan tanpa penjelasan resmi.
“Iya, mas. Sejak Jumat, semua beras dari merek tertentu langsung ditarik. Kami enggak dikasih tahu alasannya,” ujar salah satu staf toko.
Hal ini menimbulkan spekulasi publik: apakah penarikan tersebut bentuk penghilangan barang bukti sebelum proses hukum berjalan?