nasional

“Pemberitaan Itu Hoaks”: Gubernur Papua Barat Daya Klarifikasi Isu Kerusakan Lingkungan di Pulau Gag

Senin, 9 Juni 2025 | 08:52 WIB
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, secara tegas menyatakan bahwa pemberitaan itu hoaks

Bidiktangsel.com – Isu kerusakan lingkungan di Pulau Gag, Raja Ampat, kembali mencuat setelah sebuah video viral memperlihatkan kondisi perairan berwarna cokelat yang diklaim akibat aktivitas tambang nikel.

Namun, Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, secara tegas menyatakan bahwa pemberitaan itu hoaks, setelah melakukan peninjauan langsung bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, Sabtu (7/6/2025).

Baca Juga: Sholat Idul Adha 1446 H di Masjid Raya Al-Bantani: Momentum Spiritualitas dan Solidaritas Umat

Investigasi Langsung: Fakta Berbanding Terbalik dengan Video Viral

Gubernur Elisa Kambu tidak tinggal diam atas merebaknya informasi yang dinilai menyesatkan tersebut.

Dalam konferensi pers di lokasi, ia menegaskan bahwa kondisi di lapangan sangat berbeda dengan yang ditampilkan dalam video.

"Tadi kita sampai Pulau Gag. Dari video yang rame itu kan laut terlihat coklat. Tapi kenyataannya, air laut di sana biru," ujar Kambu kepada awak media.

Baca Juga: Wawancara Lima Calon Sekda Provinsi Banten Rampung, Tahap Pleno Segera Dimulai

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan keberlangsungan lingkungan di tengah operasi industri tambang, khususnya yang dilakukan oleh PT Gag Nikel, anak usaha dari PT Antam Tbk.

Tambang Nikel dan Komitmen Lingkungan: Reklamasi hingga Reboisasi

Dalam pernyataannya, Kambu menambahkan bahwa PT Gag Nikel telah menjalankan seluruh kewajiban lingkungan sesuai regulasi. Termasuk di dalamnya kegiatan reklamasi dan reboisasi pasca-eksplorasi.

"Kerjanya dia (perusahaan) sudah eksplorasi, sudah direboisasi sampai reklamasi. Kewajiban itu sudah dipenuhi," tegasnya.

Baca Juga: Guru Besar UIN Jakarta Ajak Bangun Tangsel dengan Semangat Kurban

Langkah-langkah ini disebut menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan dalam mengembalikan ekosistem yang terdampak aktivitas pertambangan.

Disinformasi dan Hoaks Lingkungan: Bahaya Bagi Stabilitas Sosial

Halaman:

Tags

Terkini