nasional

Makin Aneh, Trump Kenakan Tarif Dagang pada Pulau Tak Berpenghuni yang Hanya Dihuni Penguin

Sabtu, 5 April 2025 | 15:12 WIB

Baca Juga: Ray Sahetapy Disalatkan di Masjid Istiqlal Sebelum Dimakamkan, Ini Kisah Religius yang Menghubungkannya dengan Istiqlal

Australia Kritik Kebijakan Perdagangan AS

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menanggapi kebijakan ini dengan kritis.

"Tidak ada tempat di Bumi yang aman," ungkapnya, menggarisbawahi betapa luas dan tak terduga jangkauan tarif dagang AS di bawah pemerintahan Trump.

Selain Pulau Heard dan McDonald, wilayah eksternal Australia lainnya seperti Pulau Christmas, Kepulauan Cocos (Keeling), dan Pulau Norfolk juga terkena dampaknya.

Pulau Norfolk bahkan dikenakan tarif lebih tinggi, mencapai 29 persen, meski populasinya hanya sekitar 2.188 jiwa.

Baca Juga: Imbas Tarif Impor Trump 32 Persen untuk Indonesia: Benarkah Ekonomi Nasional Terancam?

Data dari Observatory of Economic Complexity menunjukkan Pulau Norfolk mencatat ekspor ke AS senilai 655.000 dolar AS pada 2023, mayoritas berupa alas kaki kulit.

Namun, George Plant selaku administrator Pulau Norfolk meragukan validitas data tersebut.

“Kami tidak mengetahui adanya ekspor ke AS, apalagi hambatan dagang yang diberlakukan terhadap kami,” ujarnya.

Baca Juga: Indonesia Berisiko Alami Resesi Setelah Tarif Impor Naik 32 Persen, Apa yang Harus Dilakukan?

Perang Dagang yang Menyapu Segalanya

Langkah ini memicu perdebatan luas di kalangan pengamat ekonomi dan kebijakan luar negeri.

Banyak yang menilai bahwa kebijakan Trump kali ini tidak lagi mengacu pada logika ekonomi konvensional, melainkan bagian dari strategi perang dagang yang menyapu bersih semua pihak, tanpa mempertimbangkan realitas di lapangan.

“Bahkan pulau yang hanya dihuni oleh penguin pun tak luput dari tarif dagang,” ujar seorang analis perdagangan internasional secara sarkastik.

Halaman:

Tags

Terkini