nasional

Pemerintah Siap Jalankan 21 Proyek Strategis Hilirisasi Senilai USD40 Miliar

Selasa, 4 Maret 2025 | 07:29 WIB
Disepakati 21 proyek hilirisasi tahap pertama dengan total investasi mencapai USD40 miliar.

Baca Juga: Pemerintah Bahas Solusi Kepailitan Sritex, Fokus pada Nasib Pekerja

Proyek DME ini akan dikembangkan secara paralel di Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan, dengan harapan dapat menggantikan sebagian besar impor LPG yang selama ini membebani anggaran negara.

Selain sektor energi, pemerintah juga akan mendorong hilirisasi di sektor pertambangan, seperti peningkatan nilai tambah tembaga, nikel, dan bauksit hingga menjadi alumina.

Di sektor perikanan, pertanian, dan kehutanan, berbagai proyek hilirisasi juga akan dikembangkan untuk meningkatkan daya saing industri nasional.

Baca Juga: Gubernur Andra Soni Ajak ASN Pemprov Banten Wujudkan Visi Banten Maju, Adil, Merata, dan Bebas Korupsi

Presiden Prabowo telah menetapkan 26 sektor komoditas sebagai prioritas hilirisasi nasional, mencakup mineral, minyak dan gas, perikanan, pertanian, perkebunan, serta kehutanan.

Pemerintah optimistis proyek-proyek hilirisasi ini akan membawa dampak positif bagi perekonomian nasional dan menciptakan banyak lapangan kerja.

"Pasti ini akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Kita akan mengombinasikan proyek padat karya dan padat teknologi agar investasi ini benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Bahlil.

Baca Juga: Kronologi Warga Cisarua yang Terseret Arus Banjir di Puncak Bogor

Dengan dukungan berbagai pihak dan perencanaan yang matang, pemerintah berharap hilirisasi industri ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional. (***)

Halaman:

Tags

Terkini