nasional

Rincian Utang Sritex Terungkap, Mencapai Puluhan Triliun Rupiah

Minggu, 2 Maret 2025 | 17:06 WIB

Baca Juga: Gubernur Banten Andra Soni Tekankan Pendidikan Berkualitas dalam Pelayanan Publik

  • 94 kreditur konkuren (kreditur yang tidak memiliki hak istimewa dalam pembayaran utang),
  • 349 kreditur preferen (kreditur dengan hak pembayaran lebih dulu, seperti pajak dan karyawan),
  • 22 kreditur separatis (kreditur dengan jaminan khusus, seperti perbankan).

Beberapa utang Sritex yang telah diverifikasi oleh kurator antara lain:

  • Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sukoharjo – Rp28,6 miliar
  • Bea Cukai Surakarta – Rp189,2 miliar
  • PT PLN Jawa Tengah-DIY – Rp43,6 miliar

Baca Juga: Indra Gunawan Pamit, Fitriyani Hasibuan: Dedikasi Akan Selalu Menemukan Jalannya

Menurut Deni, daftar tagihan tetap ini akan menjadi dasar bagi para kreditur dalam mengambil keputusan selanjutnya.

"Dengan besaran tagihan yang telah diakui ini, kreditur nantinya bisa menentukan langkah terbaik dalam rapat kreditur mendatang," ujarnya pada Sabtu, 31 Januari 2025.

Dalam rapat kreditur yang digelar pada 30 Januari 2025, disepakati bahwa kurator, manajemen, serta debitur pailit akan berdiskusi lebih lanjut untuk menentukan langkah terbaik bagi masa depan perusahaan.

Baca Juga: Buruknya Pengelolaan Perseroda PITS Tangsel, Transparansi Dipertanyakan

Kreditur diberikan waktu 21 hari sebelum mengambil keputusan dalam rapat berikutnya.

Di sisi lain, manajemen PT Sritex menyatakan kesiapannya untuk mengajukan rencana bisnis sebagai bagian dari strategi pemulihan perusahaan.

Sementara itu, tim kurator mengusulkan audit independen guna mengevaluasi kelayakan usaha setelah perusahaan dinyatakan pailit.

Audit ini diharapkan bisa memberikan gambaran jelas terkait prospek Sritex di masa mendatang.

Baca Juga: DKPP Kabupaten Serang Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Stabilitas Harga Jelang Ramadan

Proses kepailitan Sritex menjadi perhatian publik, mengingat perusahaan ini pernah menjadi salah satu eksportir tekstil terbesar di Indonesia.

Kini, semua mata tertuju pada hasil rapat kreditur berikutnya yang akan menentukan nasib perusahaan dan ribuan karyawannya. (***)

Halaman:

Tags

Terkini