Baca Juga: Polemik Pemilihan RW di Serua Indah: 1 Suara RT Dihargai hingga Rp20 Juta!
BGN juga akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG selama Ramadhan, terutama di daerah yang mayoritas penduduknya non-Muslim.
Dadan mengatakan bahwa beberapa pihak mengusulkan agar program ini tetap berjalan seperti biasa tanpa perubahan signifikan.
“Kami akan melakukan evaluasi setelah minggu pertama Ramadhan untuk melihat apakah ada penyesuaian yang perlu dilakukan, terutama di wilayah dengan mayoritas non-Muslim,” ungkapnya.
Baca Juga: Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Tangsel Stabil, Pemkot Siap Intervensi Jika Diperlukan
Selain sekolah umum, BGN juga memastikan bahwa siswa yang belajar di pesantren tetap mendapatkan makanan bergizi.
Mekanisme distribusinya akan disesuaikan dengan pola hidup santri yang berbuka dan sahur di lingkungan pesantren.
“Untuk pesantren, makanan akan disiapkan di dapur dengan standar kebersihan yang ketat dan distribusi yang terorganisir,” jelas Dadan.
Dengan berbagai penyesuaian ini, BGN berharap program MBG tetap dapat memberikan manfaat optimal bagi anak-anak sekolah selama bulan suci Ramadhan.
(***)