Baca Juga: PLN dan BMM Gelar Pelatihan Marketing Untuk Komunitas Difabel
2. Inkubator Bisnis – Membantu pengembangan ide inovatif menjadi produk komersial.
3. Pusat Industri Digital 4.0 (PIDI 4.0) – Mempersiapkan industri menuju digitalisasi penuh.
Pendekatan ini dilakukan melalui tiga tahap utama: skilling (melatih tenaga kerja baru), upskilling (memperbarui keterampilan), dan reskilling (memberikan keterampilan baru bagi tenaga kerja terdampak perubahan teknologi).
Aditya Muhamad Bintang, salah satu tokoh yang hadir, mengungkapkan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk mencetak generasi Gen Z yang unggul dan siap bersaing di dunia industri.
Baca Juga: Banjir Bandang Sukabumi: BMKG Tegaskan Pentingnya Kesiapsiagaan Menghadapi Peningkatan Curah Hujan
“Melalui inovasi dan pelatihan, kita ingin memastikan Gen Z menjadi penggerak utama industri Indonesia di masa depan,” ucap Aditya.
Sementara itu, Eko S.A. Cahyanto menyoroti 10 keterampilan utama yang harus dimiliki tenaga kerja di masa depan, termasuk literasi digital, analitik data, pemecahan masalah kreatif, dan pemahaman antarbudaya.
"Penting bagi generasi muda untuk tidak takut bertanya, membangun jaringan, dan terus fleksibel terhadap perubahan tren global,” tambah Eko.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Serukan Penghematan Perjalanan Dinas, Target Hemat Rp15 Triliun
Dengan bonus demografi sebesar 67,5% penduduk Indonesia berada di usia produktif, Kemenperin optimis bahwa potensi ini dapat mendorong Indonesia menjadi kekuatan ekonomi global.
Namun, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda menjadi kunci untuk mewujudkan visi tersebut.
Kegiatan seperti Industrial Event Festival tidak hanya menjadi platform edukasi, tetapi juga jembatan untuk mewujudkan visi besar menjadikan Indonesia sebagai pusat industri unggul di Asia Tenggara. (***)