Dalam pembahasan rakor tersebut, Gibran menekankan pentingnya inovasi dalam kurikulum pendidikan, seperti penerapan pelajaran matematika sejak tingkat TK dan pelajaran coding di jenjang SD serta SMP.
Menurutnya, langkah ini diperlukan untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi tantangan era digital dan persaingan global, terutama dalam bidang teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan machine learning.
"Kita harus mempersiapkan generasi emas dengan lebih banyak ahli coding dan teknologi lainnya. Jangan sampai kita tertinggal dari negara lain seperti India yang sudah memulai sejak dini," kata Gibran.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Tambah Rute Bus Sekolah Gratis untuk Pelajar, Simak Rutenya!
Selain peningkatan kurikulum, Gibran juga menggarisbawahi perlunya perbaikan infrastruktur sekolah.
Ia meminta Menteri Pendidikan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk memastikan anggaran perbaikan sekolah dapat tepat sasaran, terutama bagi sekolah yang mengalami kerusakan parah seperti atap bocor atau gedung yang roboh.
Menutup sambutannya, Gibran mengapresiasi program makan siang gratis yang telah diujicobakan di beberapa sekolah dan memberikan hasil positif. Ia meminta agar program ini terus dikawal dan diperluas demi kesejahteraan anak-anak sekolah.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Perkuat Upaya Tanggap Banjir, dari Evakuasi hingga Bantuan Logistik
"Kita ingin memastikan anak-anak kita mendapatkan nutrisi yang baik untuk mendukung proses belajar mereka. Saya yakin semua pihak di sini setuju dengan program ini dan siap mendukung agar bisa berjalan dengan lancar," tutup Gibran.
Rapat koordinasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan kebijakan-kebijakan baru yang lebih efektif dan relevan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan dan perubahan di masa depan. (***)