Jakarta, bidiktangsel.com – Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan susunan kabinet "Merah Putih" di Istana Presiden pada Minggu malam (20/10/2024).
Kabinet baru ini diharapkan membawa Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan digitalisasi yang efektif.
Baca Juga: Pelantikan Kabinet Merah Putih: Presiden Prabowo Subianto Siap Lantik Menteri Baru di Istana Negara
Dalam wawancara yang dilakukan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, kedua menteri menyampaikan arahan Presiden terkait prioritas kerja kabinet dalam 100 hari ke depan.
Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya kebijakan ekonomi yang berfokus pada jangka menengah dan panjang.
Baca Juga: Pengumuman Resmi Susunan Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto
"Bapak Presiden meminta agar kami mempersiapkan kebijakan yang dapat menjawab tantangan di sektor energi, khususnya subsidi, agar lebih tepat sasaran. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi makro sehingga pertumbuhan ekonomi bisa dipacu, dengan target mencapai 7-8% dalam jangka menengah. Selain itu, perbaikan dalam pengurangan kemiskinan juga menjadi prioritas," ungkap Airlangga.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyoroti pentingnya digitalisasi dalam pemerintahan dan pengelolaan data.
"Salah satu fokus kami adalah memperkuat pengamanan data serta memastikan penerapan teknologi digital yang efektif dalam tata kelola pemerintahan. Ini juga termasuk meningkatkan sumber daya manusia yang mampu mengelola transformasi digital secara efektif," ujar Meutya.
Rapat kabinet pertama rencananya akan digelar dalam beberapa hari mendatang untuk membahas langkah-langkah konkret dalam merealisasikan visi dan misi kabinet "Merah Putih", terutama dalam bidang ekonomi dan digitalisasi.
Kabinet baru ini diharapkan mampu membawa Indonesia menghadapi tantangan global dengan pendekatan yang berkelanjutan, serta mendorong penguatan ekonomi dan transformasi digital untuk mencapai target pembangunan nasional. (***)