nasional

Kembali Terjadi, Warga Lampung Barat Tewas Diterkam Harimau Sumatera, BKSDA Lakukan Hal Ini

Kamis, 22 Februari 2024 | 19:33 WIB
Harimau Sumatera yang dititiprawatkan BKSDA Sumbar di Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan Bukittinggi (instagram.com/@bksda_sumbar)

Liwa, bidiktangsel.com – Kembali terjadi insiden memilukan di Lampung Barat, di mana seorang warga tewas diterkam harimau Sumatera.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (22/2/2024) di wilayah Pekon (Desa) Bumi Hantati, Kecamatan Bandar Negeri Suoh.

Korban diketahui bernama Gunarso (47 tahun), yang saat itu sedang berkebun di area hutan.

Menurut keterangan saksi mata, Gunarso diserang harimau secara tiba-tiba dan tidak sempat menyelamatkan diri.

Baca Juga: Rapat Kerja AAIPI Banten Dorong Sinergi Pengawasan untuk Percepatan Pembangunan

Menanggapi kejadian ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung segera mengambil langkah-langkah, Tim BKSDA bersama masyarakat setempat mengevakuasi jenazah korban dari lokasi kejadian.

BKSDA memasang kamera jebakan di sekitar lokasi kejadian untuk memantau pergerakan harimau dan mencegah serangan serupa terulang kembali, dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan tentang cara menghindari kontak dengan harimau.

Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung, Donal Hutasoit, menghimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di area hutan yang berisiko tinggi terjadi konflik dengan harimau.

“Kami menghimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di area hutan, terutama pada malam hari. Jika terpaksa harus beraktivitas di hutan, agar selalu berkelompok dan waspada terhadap keberadaan harimau,” ujar Donal.

BKSDA juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada pihak berwenang jika melihat harimau di sekitar pemukiman.

Baca Juga: Forum OPD BPBD Banten Dorong Penyelarasan Program Penanggulangan Bencana

“Segera laporkan kepada BKSDA atau aparat desa setempat jika melihat harimau di sekitar pemukiman. Jangan coba-coba untuk mendekati atau menangkapnya sendiri,” tegas Donal.

Kematian Gunarso merupakan insiden kedua yang terjadi di Lampung Barat dalam kurun waktu dua minggu.

Sebelumnya, pada tanggal 8 Februari 2024, seorang warga bernama Supardi (45 tahun) juga tewas diterkam harimau di wilayah Pekon (Desa) Sumber Agung, Kecamatan Suoh.

Halaman:

Tags

Terkini