Jakarta, bidiktangsel.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong efisiensi biaya logistik nasional dan peningkatan produktivitas dengan memaksimalkan tiga mesin ekonomi.
Ketiga mesin ekonomi tersebut adalah: Mesin konvensional: Mesin ini meliputi sektor-sektor tradisional seperti manufaktur, pertanian, dan pariwisata, mesin ekonomi baru: Mesin ini meliputi sektor-sektor berbasis digital seperti e-commerce, fintech, dan startup, dan Mesin Pancasila: mesin ini meliputi sektor-sektor yang berkeadilan dan inklusif seperti UMKM, koperasi, dan ekonomi kerakyatan.
Baca Juga: Panen Bawang Merah di Tangsel: Wujud Kemandirian Pangan dan Kolaborasi Berbagai Pihak
Menko Airlangga menjelaskan bahwa memaksimalkan ketiga mesin ekonomi ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Pemerintah terus berupaya meningkatkan efisiensi biaya logistik nasional melalui berbagai program dan kebijakan,” kata Menko Airlangga. “Salah satu fokus utama adalah digitalisasi sistem logistik.”
Digitalisasi sistem logistik diharapkan dapat meningkatkan transparansi, efisiensi, dan konektivitas antar pelaku usaha.
Hal ini akan berdampak pada penurunan biaya logistik dan peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Selain itu, Menko Airlangga juga menekankan pentingnya peningkatan produktivitas.
Baca Juga: Pemkab Pandeglang Raih Penghargaan Pelayanan Publik Kategori A dari Ombudsman
“Peningkatan produktivitas dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti peningkatan keterampilan tenaga kerja, penggunaan teknologi yang tepat guna, dan perbaikan iklim usaha,” ujarnya.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan produktivitas melalui berbagai program dan kebijakan.
Dengan memaksimalkan tiga mesin ekonomi dan meningkatkan efisiensi biaya logistik dan produktivitas, diharapkan Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas. (***)