nasional

Kinerja APBN 2023: Surplus, Kredibel, dan Sehat

Minggu, 17 Desember 2023 | 18:19 WIB
kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023.

Jakarta, bidiktangsel.com - Meski di tengah tantangan ekonomi global yang masih tinggi, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 tetap terjaga dan lebih kuat.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Desember 2023.

"APBN 2023 telah berjalan dengan baik, kredibel, dan sehat. Hal ini menjadi landasan yang solid bagi kita untuk menyambut tahun 2024," ujar Sri Mulyani.

Dari sisi pendapatan negara, realisasinya mencapai Rp2.553,2 triliun hingga 12 Desember 2023. Angka ini telah melebihi target APBN awal, terealisasi 96,8% dari target revisi, dan tumbuh 4,1% (yoy).

Baca Juga: Ribuan Peserta Ikuti Run for Humanity, Bantu Palestina

Peningkatan penerimaan pajak menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan pendapatan negara. Optimalisasi penerimaan pajak tahun 2023 yang disertai dengan peningkatan pelayanan kepada wajib pajak ini memungkinkan tax buoyancy – kenaikan penerimaan pajak dibandingkan kenaikan volume ekonomi – di atas nilai 1.

Dari sisi belanja negara, realisasinya mencapai Rp2.588,2 triliun hingga 12 Desember 2023. Angka ini terealisasi 83% dari target revisi meski terkontraksi 4,1% (yoy) dengan adanya penurunan subsidi BBM seiring penurunan harga komoditas minyak.

Dengan demikian, APBN hingga 12 Desember 2023 mencatatkan keseimbangan primer yang positif mencapai Rp378,6 triliun, dengan defisit anggaran sebesar Rp35 triliun (0,17% dari PDB). Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan target awal maupun revisi.

Baca Juga: Dikbud Tangsel Gelar Pelatihan Penatausahaan Arsip Dinamis

Realisasi pembiayaan APBN juga jauh lebih rendah, yaitu sebesar Rp289,6 triliun atau hanya 60% dari target revisi. Hal ini menjadi strategi yang tepat dan ampuh dalam menghadapi situasi suku bunga higher for longer yang terjadi saat ini.

Kinerja APBN 2023 yang tetap kredibel dan makin sehat ini menjadi landasan yang solid bagi perekonomian Indonesia. Berbagai indikator perekonomian menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi baik dari sisi konsumsi dan produksi masih terjaga momentumnya.

"Tahun akan berganti, tapi APBN akan selalu jadi instrumen andalan untuk melindungi masyarakat dan perekonomian Indonesia," pungkas Sri Mulyani. (***)

Tags

Terkini