Jakarta, bidiktangsel.com - Merasa kesepian yang berkepanjangan ternyata punya dampak yang enggak main-main lho untuk kesehatan dan kesejahteraan. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan kesepian sebagai ancaman kesehatan global yang perlu diprioritaskan penangannya.
WHO membentuk Komisi Hubungan Sosial yang berperan menganalisis dan membangun peran utama koneksi sosial dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Menurut WHO, kesepian sama bahayanya dengan merokok 15 batang rokok sehari.
Baca Juga: AS dan Inggris Laporkan Kasus Pneumonia Misterius
Kesepian dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk:
- Peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes
- Peningkatan risiko depresi, kecemasan, dan bunuh diri
- Penurunan fungsi kognitif
- Penurunan sistem kekebalan tubuh
- Percepatan proses penuaan
Kesepian juga dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mental dan emosional seseorang. Orang yang kesepian cenderung merasa lebih stres, cemas, dan depresi. Mereka juga lebih mungkin untuk mengalami kesulitan tidur, masalah makan, dan penyalahgunaan zat.
Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kesepian, termasuk:
- Usia lanjut
- Hidup sendiri
- Memiliki penyakit kronis
- Kehilangan orang yang dicintai
- Migrasi
- Perubahan sosial
Baca Juga: Dampak Penutupan Tiktok Shop Bagi Pelaku UMKM
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesepian, antara lain:
- Bergabung dengan kelompok atau komunitas
- Melakukan kegiatan sukarela
- Menghabiskan waktu bersama orang yang dicintai
- Menghubungi teman dan keluarga secara teratur
- Mencari bantuan profesional jika diperlukan
Jika Anda merasa kesepian, jangan ragu untuk mencari bantuan. Ada banyak sumber daya yang tersedia untuk membantu Anda mengatasi kesepian dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan Anda. (***)