Jakarta, bidiktangsel.com - Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar menjadikan pengelolaan utang pemerintah sebagai salah satu fokus perhatiannya.
Dalam visi dan misinya, pasangan Anies dan Muhaimin menjanjikan pengelolaan utang bertanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan fiskal.
Rasio utang terhadap PDB ditargetkan akan turun menjadi 30% pada 2029.
"Utang pemerintah merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, pengelolaan utang harus dilakukan secara bertanggung jawab," kata Anies dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/11/2023).
Baca Juga: Penurunan Permukaan Tanah Jakarta Mengancam Kualitas Air
Anies mengatakan, rasio utang Indonesia sepanjang pemerintahan Presiden Joko Widodo mengalami tren kenaikan.
Dari 24,7% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2014 menjadi 38,7% pada 2022.
Kenaikan rasio utang tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pandemi COVID-19, stimulus ekonomi, dan proyek infrastruktur.
Anies dan Muhaimin berjanji memperbaiki pengelolaan utang pemerintah dengan mengoptimalkan komposisi jangka waktu, denominasi mata uang, dan sumber utang.
Proses penerbitan surat berharga negara (SBN) pun dibuat terencana, kompetitif, dan transparan guna memperoleh suku bunga terendah.
Baca Juga: KPU Tetapkan Tiga Pasangan Capres-Cawapres untuk Pilpres 2024
Selain itu, Anies dan Muhaimin juga akan melakukan efisiensi belanja pemerintah dan meningkatkan pendapatan negara.
"Kami akan melakukan reformasi birokrasi dan penguatan fiskal untuk mengurangi beban utang," kata Muhaimin.
Anies dan Muhaimin berharap pengelolaan utang pemerintah yang bertanggung jawab dapat menjaga keberlanjutan fiskal dan perekonomian Indonesia. (***)