Bogor, bidiktangsel.com - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menanggapi video anak-anak Paskibra SMP Negeri 13 Kota Bogor yang menangis karena tidak bisa mengikuti lomba.
Hal ini dikarenakan sekolah menghentikan sementara kegiatan ekstrakurikuler tersebut karena adanya pungutan.
Bima Arya memahami tindakan kepala sekolah yang menghindari pungli.
Baca Juga: Satpol PP Kabupaten Tangerang Tertibkan Ratusan APK dan Atribut Iklan
Namun, ia juga menegaskan bahwa kegiatan ekstrakurikuler yang menunjang belajar, mengajar, dan pembentukan karakter sebaiknya direncanakan dan dialokasikan di Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
"Kalaupun tidak masuk Dana BOS, bisa dengan sumber pendanaan lain selama sifatnya sumbangan, bukan pungutan," kata Bima Arya dalam unggahan di akun Instagramnya, Kamis (29/9).
Bima Arya menjelaskan bahwa sumbangan bersifat sukarela. Artinya, orang tua yang mampu dan mau bisa menyumbang. Sedangkan yang tidak mampu, tidak apa-apa.
"Tapi kalau pungutan itu sifatnya wajib. Karena kalau sudah wajib, apalagi angkanya juga memberatkan. Ini nggak boleh," tegasnya.
Baca Juga: Alun-Alun Pamulang Sekarang ada Air Mancur BerJonget, Sangat Indah Di Malam Hari
Bima Arya juga mengatakan bahwa Pemkot Bogor sedang menyusun Peraturan Wali Kota terkait hal ini dan aturan yang lebih rinci. Insya Allah tuntas 1-2 pekan kedepan.
"Supaya semua jelas. Kepala sekolah dan guru aman, serta murid dan orangtua tidak terbebani," imbuhnya.
Komentar dari warganet pun membanjiri akun Instagram Bima Arya. Salah satunya dari akun @ichal.715 yang menulis "Sukarela bayar 20 rb/bulan selama 1 thn,tp klo blm bayar di share di grup...!!!jadi bingung,iyeu teh sukarela apa paksaan," tulisnya.
Baca Juga: DKM Masjid Gelar Seminar dan Arakan Perahu untuk Kenalkan Sejarah Budaya Kampung Kalipasir
Warganet lainnya, @kemalannisa, juga menulis "Boleh dikoreksi kalau saya salah, saya baca di web kemendikbud untuk anak SD per orang dapat 900.000/ tahun. Kalau 1 rombel ada 100 siswa berarti ada 90jt di kalikan 6 jenjang 540 juta per tahun secara teori diterima sekolah. Dana BOS ini salah satunya bisa dipakai buat ekskul. Nah sebagai ortu murid, kami ga tau nih kira2 dana yg cukup besar ini ga cukupnya disebelah mana, apakah penyalurannya ke sekolah pun ada mafia nya atau gimana sampai ga cukup. Pihak sekolah mungkin bisa merinci ke ortu murid kendalanya gimana," tulisnya.