Presiden Prabowo Temui Pimpinan Redaksi Media di Hambalang, Bahas Teror terhadap Jurnalis dan Etika Komunikasi Publik

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Selasa, 8 April 2025 | 07:46 WIB
Pertemuan ini menjadi ajang dialog terbuka antara pimpinan media dengan kepala negara
Pertemuan ini menjadi ajang dialog terbuka antara pimpinan media dengan kepala negara

Hambalang, bidiktangsel.com - Presiden Republik Indonesia terpilih, Prabowo Subianto, menerima kunjungan tujuh tokoh media nasional di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, Sabtu (6/4).

Pertemuan ini menjadi ajang dialog terbuka antara pimpinan media dengan kepala negara, khususnya terkait isu kebebasan pers dan respons pemerintah terhadap teror terhadap jurnalis.

Baca Juga: Pemkot Tangsel Sigap Tangani Banjir: Evakuasi Warga, Operasi Pompa Air, dan Distribusi Bantuan

Enam pimpinan redaksi dan satu presenter hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka adalah Pemimpin Redaksi (Pemred) detikcom Alfito Deannova Gintings, Pemred tvOne Lalu Mara Satriawangsa, Pemred IDN Times Uni Lubis, serta Founder Narasi Najwa Shihab.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat namun kritis, Alfito Deannova Gintings menyampaikan keprihatinan atas respons Kantor Komunikasi Presiden terhadap kasus teror terhadap media.

Ia menekankan bahwa pernyataan yang keluar dari perwakilan resmi istana seharusnya mencerminkan sikap presiden.

Baca Juga: Panen Raya di Serang, Harga Gabah Tembus Rp6.500/Kg: Gubernur Banten Pastikan Harga Merata untuk Petani

"Ketika media menerima bentuk teror, dan pernyataan dari Ketua Kantor Komunikasi Presiden menyebutkan 'kalau dapat kepala babi, ya dimasak saja', itu tidak mencerminkan keseriusan negara dalam melindungi pers," tegas Alfito.

Lanjutnya,"Saya tidak yakin itu pandangan Presiden. Ini masalah serius bagi kami para jurnalis."

Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa insiden teror terhadap media merupakan upaya untuk memecah belah dan menciptakan instabilitas.

Baca Juga: Harga Gabah Naik Jadi Rp6.500/Kg, Bupati Pandeglang Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo

"Saya kira yang melakukan itu ingin mengadu domba, menciptakan suasana tidak baik. Dan memang, pernyataan itu teledor, keliru," ujar Prabowo.

"Saya yakin beliau menyesal. Mungkin ini terjadi karena belum sepenuhnya terbiasa berada di panggung publik, dari dunia survei atau akademis ke jabatan strategis, butuh penyesuaian," tambahnya.

Presiden Prabowo juga menegaskan komitmennya terhadap kebebasan pers dan menyatakan bahwa kritik dari media adalah bagian penting dalam demokrasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X