Serpong, bidiktangsel.com – Dugaan praktik pengoplosan BBM yang mengubah Pertalite menjadi Pertamax terus menjadi sorotan publik.
Ditambah dengan kasus dugaan korupsi yang melibatkan empat petinggi PT Pertamina (Persero), isu ini dinilai dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan energi pelat merah tersebut.
Baca Juga: Kejagung Tetapkan Dua Tersangka Baru dalam Kasus Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina
Ketua Pengurus LBH Keadilan, Abdul Hamim Jauzie, menegaskan bahwa polemik ini berpotensi besar mengalihkan konsumen ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) lain, seperti Shell, Vivo, dan BP.
"Isu Pertalite oplosan ini sangat meresahkan masyarakat. Jika terbukti benar, ini akan menjadi pukulan telak bagi kepercayaan publik terhadap Pertamina," ujar Hamim pada Kamis (27/2).
Menurut Hamim, praktik pengoplosan BBM tidak hanya berdampak pada kerugian ekonomi bagi konsumen, tetapi juga melanggar hak-hak mereka sebagai pengguna.
"Jika terbukti ada pengoplosan, konsumen memiliki hak untuk menggugat Pertamina secara hukum. Ini adalah pelanggaran serius terhadap hak-hak konsumen," tegasnya.
Hamim, yang juga Tutor Hukum Perlindungan Konsumen di Universitas Terbuka, menambahkan bahwa konsumen berhak mendapatkan produk sesuai standar kualitas yang ditetapkan oleh pemerintah.
Di sisi lain, dugaan pengoplosan ini juga memicu gelombang kemarahan warganet di media sosial.
Baca Juga: Pekan Olahraga dan Seni Pesantren Kota Tangerang Selatan Resmi Ditutup, Sekda Harapkan Keberlanjutan
Praktik curang tersebut disebut-sebut dilakukan dengan mengubah Pertalite (RON 90) menjadi Pertamax (RON 92) melalui proses pencampuran tertentu.
Meskipun Pertamina membantah tuduhan tersebut dan mengklaim bahwa produk BBM yang dijual telah memenuhi standar, Kejaksaan Agung (Kejagung) justru mengungkap temuan yang bertentangan.
Menurut Kejagung, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, diduga melakukan pembelian BBM jenis RON 90 yang kemudian dioplos menjadi RON 92 di depo penyimpanan.
Artikel Terkait
Galakkan Program Keluarga Berintegritas dan Dunia Usaha Antikorupsi, Pemkot Tangsel dan KPK Beri Edukasi
Pemkot Tangerang Perketat Pengawasan Tera Terpadu Jelang Ramadan
Pemkot Tangerang Perkuat Strategi Menuju Ending AIDS 2030
Tangerang Bersedekah: Pemkot Tangerang Bagikan Ribuan Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu
Memasuki Bulan Ramadan, Dispenda Tangsel Hadirkan Loket Pajak Jemput Bola untuk ASN